Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia, Lampung Tanggal Segini

waktu baca 2 menit

Gantanews.co, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Warga di berbagai provinsi diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan dampak lainnya.

Menurut Kepala BMKG, Dr. Dwikorita Karnawati, “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang. Cuaca ekstrem dapat berdampak serius pada keselamatan dan keamanan kita.”

Berikut adalah rincian peringatan dini yang harus diperhatikan seperti dikutip dari akun X (dulu Twitter) @InfoHumasBMKG, Selasa (26/03/2024):

  • 26-27 Maret 2024: Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumsel, Kep. Babel, Lampung, Banten, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, NTB, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Sulut, Sulteng, Sulbar, Sultra Maluku, Papua Barat dan Papua.
  • 28-29 Maret 2024: Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTB, NTT, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara, Sulsel, Sultra, Sulbar, Sulteng, Gorontalo, Sulut, Maluku, Papua Barat dan Papua.
  • 30 Maret – 01 April 2024: Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu,Sumsel, Kep. Babel, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Sulsel, Sultra, Sulbar, Sulteng, Gorontalo, Sulut, Maluku, Malut, Papua Barat dan Papua.

Dampak yang mungkin terjadi meliputi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Prof. Budi Waluyo, ahli meteorologi dari Universitas Indonesia, menambahkan, “Perubahan iklim memperkuat fenomena cuaca ekstrem. Kita perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.”

Prospek di masa depan menunjukkan bahwa dengan teknologi prediksi cuaca yang terus berkembang, peringatan dini dapat semakin akurat dan tepat waktu. Peningkatan infrastruktur dan kesadaran masyarakat juga akan meminimalkan dampak bencana.

Tantangan utama yang dihadapi adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami peringatan dini dan mengambil tindakan pencegahan. Selain itu, koordinasi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan masyarakat harus ditingkatkan untuk mengurangi risiko bencana cuaca ekstrem. Dengan begitu, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan siap menghadapi segala tantangan yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem. (int)

Follow me in social media: