Untung Besar, PT BA Bagikan Dividen Rp7,9 Triliun, Pemkot Bandarlampung Dapat Apa?

pt-bukit-asam-di-bandarlampung

GANTANEWS.CO, Bandarlampung – Untung besar, PT Bukit Asam Tbk (PT BA) membagikan dividen tunai dari tahun buku 2021 dengan nilai total Rp7,9 triliun atau Rp688,5 per lembar saham. Kota Bandarlampung dapat apa?

Dikutip dari Antara, pembagian itu sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2021 yang digelar pada 24 Mei 2022.

Sepanjang 2021, PTBA mencatatkan kinerja positif dari segi operasional maupun keuangan. Produksi batu bara perseroan mencapai 30 juta ton dengan angkutan kereta api sebesar 25,4 juta ton dan penjualan batu bara sebesar 28,4 juta ton.

Sementara pendapatan mencapai Rp29,3 triliun dengan laba bersih sebesar Rp7,9 triliun. Laba bersih ini sekaligus menjadi capaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perseroan beroperasi.

Namun untung besar PT Bukit Asam ini belum memberikan kontribusi untuk Pemkot Bandarlampung, meski kota ini ‘paling berjasa’ menjadi jalur utama lalu lintas pengangkutan batu bara kereta api dari Sumsel ke Tarahan.

Sejauh ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung sudah menuntut PT Bukit Asam membayar kompensasi atas kereta api babaranjang pengangkut batu bara yang melintas Kota Bandar Lampung.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan tuntutan berupa dana kompensasi tersebut merupakan hal yang wajar dan sesuai koreksi penataan kota.

Namun sejauh ini belum ada respon dari PT Bukit Asam.

Menurutnya, dana kompensasi direncanakan akan digunakan untuk pembangunan Kota Bandar Lampung, seperti perbaikan drainase, dan jalan, serta program billing bagi siswa yang tidak mampu.

Diketahui, perlintasan kereta api babaranjang pengangkut batu bara miliki PTBA sudah menjadi momok sejak lama karena sudah mengganggu aktifitas masyarakat.

KA Babaranjang telah menjadi biang kerok kemacetan pada setiap kali kereta api ‘sombong’ itu lewat.

Pemkot Bandar Lampung hanya menerima CSR berupa kendaraan damkar dan ekskavator dari PTBA. Nilainya sekitar Rp5 miliar. (iwaganta)

Follow me in social media: