Syarat Harta yang Wajib Dikeluarkan Zakat: Ketentuan dalam Islam

waktu baca 3 menit

Gantanews.co – Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Kewajiban ini tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai sarana membersihkan harta dan membantu mereka yang membutuhkan.

Namun, tidak semua harta terkena kewajiban zakat. Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi agar suatu harta wajib dizakati. Berikut adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Pengertian Zakat dalam Islam

Secara bahasa, zakat berasal dari kata “zaka” yang berarti suci, tumbuh, berkembang, dan berkah. Dalam ajaran Islam, zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga jiwa dari sifat kikir serta ketergantungan berlebihan pada harta dunia.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. At-Taubah [9]: 103).

Menurut Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim atau badan usaha milik Muslim untuk diberikan kepada penerima yang berhak sesuai dengan syariat Islam. Pihak yang wajib membayar zakat disebut muzaki, sementara penerimanya disebut mustahik.

Syarat Harta yang Wajib Dizakati

Agar suatu harta dikenakan kewajiban zakat, harus memenuhi beberapa syarat berikut:

  1. Halal dan diperoleh dengan cara halal Harta yang dizakati harus berasal dari sumber yang halal, baik jenis maupun cara perolehannya.
  2. Milik penuh Pemilik harta harus memiliki kendali penuh atas hartanya tanpa ada hak milik orang lain di dalamnya.
  3. Berkembang Harta tersebut harus berpotensi bertambah atau menghasilkan keuntungan, seperti tabungan, investasi, atau hasil usaha.
  4. Mencapai nishab Nishab adalah batas minimal jumlah harta yang wajib dizakati. Setiap jenis harta memiliki nishab yang berbeda.
  5. Melewati haul Harta tersebut telah dimiliki selama satu tahun hijriah penuh, kecuali zakat pertanian yang dikeluarkan setiap panen.
  6. Bebas dari hutang jangka pendek Jika pemilik memiliki hutang jangka pendek yang mengurangi harta di bawah nishab, maka tidak diwajibkan zakat.

Jenis Harta yang Wajib Dizakati

Berbagai jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya antara lain:

  • Emas dan perak: Jika mencapai nishab 85 gram emas atau 595 gram perak, zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5%.
  • Hasil pertanian: Dikenakan zakat saat panen dengan kadar 5% hingga 10%, tergantung cara pengairannya.
  • Harta perdagangan: Zakat sebesar 2,5% dari total aset setelah dikurangi utang.
  • Peternakan: Berlaku jika jumlah ternak mencapai nishab tertentu, misalnya 40 ekor kambing.
  • Hasil tambang: Zakat sebesar 2,5% dari hasil tambang setelah mencapai nishab.
  • Pendapatan dan jasa: Zakat penghasilan dikenakan sebesar 2,5% jika pendapatan tahunan mencapai nishab setara 85 gram emas.

Golongan Penerima Zakat

Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu:

  1. Fakir: Orang yang hampir tidak memiliki apa pun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok.
  2. Miskin: Mereka yang memiliki harta tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.
  3. Amil: Petugas yang mengelola pengumpulan dan pendistribusian zakat.
  4. Mualaf: Orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan dukungan dalam keimanannya.
  5. Riqab: Budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri.
  6. Gharimin: Orang yang memiliki hutang untuk kebutuhan hidup dan kehormatan.
  7. Fisabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah, termasuk dalam dakwah dan pendidikan Islam.
  8. Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan biaya dalam perjalanan yang bertujuan baik.

Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk solidaritas sosial dalam Islam. Memahami syarat dan ketentuan zakat akan membantu umat Muslim menunaikannya dengan benar sesuai syariat. (red)

error: Content is protected !!