Sosialisasi IPWK, Heti Friskatati Nilai Bangsa Indonesia Bersatu Berkat Pancasila

waktu baca 3 menit

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung Heti Friskatati, SE, melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Kelurahan Beringin Kecamatan Kemiling, Rabu (24/5/2023).

Heti mengatakan, IPWK merupakan agenda DPRD Bandarlampung untuk mensosialisasikan Pancasila, bukan kegiatan partai. Karena itu, kegiatan ini dinilai sangat penting untuk diikuti oleh masyarakat.

Menurut Heti juga anggota Fraksi Partai Golkar ini, pengamalan Pancasila dinilai penting. “Pancasila saat ini bukan terlupakan tapi terabaikan. Sehingga dinilai penting terutama generasi milenial untuk mengenal dan memahami nilai-nilai Pancasila,” kata Heti, anggota DPRD Kota Dapil Kemiling, Langkapura dan Rajabasa ini.

Lebih lanjut Heti mengatakan, Bangsa Indonesia sampai sekarang masih bersatu berkat Pancasila. Begitu juga dengan ajaran agama. Dalam kitab suci Al Qur’an tidak ada salahnya dalam Pancasila.

Menurut Heti, Pancasila mengajarkan perdamaian dan persatuan. Apalagi dalam menjelang tahun politik tentu ada perbedaan di masyarakat. Perbedaan dan beda pilihan hal biasa, tapi hendaknya jangan gontok-gontokan, jangan menjelek-jelekan orang lain. “Jangan ada gontok-gontokan, menjelek-jelekkan orang lain. Karena Pancasila mengajarkan persatuan dan kesatuan. Sehingga dalam menghadapi tahun politik 2024 hendaknya tetap bersatu,” ujar Heti.

Dalam sosialisasi IPWK yang dilaksanakan Heti, peserta diberi waktu tanya jawab. Masyarakat menyampaikan berbagai pertanyaan bukan hanya masalah Pancasila saja tapi berbagai persoalan yang dialami oleh masyarakat.

Dalam sosialisasi IPWK ini, Heti Friskatati menghadirkan dua nara sumber yaitu; Ginda Ansori Wayka, SH, MH, dosen FH Universitas Bandar Lampung (UBL) juga pengacara dan Hartini Soraya, Staf Khusus Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Pur) Lodewijk F Paulus.

Gindha Ansori Wayka, mengajak masyarakat agar mengingatkan anak-anak dan generasi muda mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Jangan tinggalkan nilai Pancasila dimana tidak bertentangan Al Quran.

Ansori mengatakan, Pancasila yang lahir 1 Juni 1945, sebagai perekat bangsa. Saat ini kita sudah dipengaruhi oleh budaya individualistik. Karena itu, Pancasila yang sangat otentik dengan perkembangan zaman, nilai-nilai yang terkandung di dalam perlu terus diterapkan.

Di dalam Pancasila ada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yaitu nilai agama dan nilai kemasyarakatan. Di dalam Pancasila juga ada nilai norma bagaimana kita menjadi masyarakat yang berlaku sopan santun bermoral dalam kehidupan bermasyarakat.
Ansori mengatakan, Negara Indonesia yang terdiri ribuan suku dan bahasa, masyarakatnya bisa hidup rukun berdampingan walau beda suku dan agama karena ada nilai-nilai Pancasila.
Karena itu, sebagai masyarakat kita
harus memegang norma. Norma agama, norma sosial dan sopan santun. Terlebih saat ini nilai-nilai Pancasila mulai luntur akibat pengaruh perubahan zaman. Pancasila sebagai perekat Bangsa Indonesia sangat penting sekali.

Sementara itu, Hartini Soraya menyampaikan, Pancasila ibarat bangunan rumah tidak hanya satu tiang saja pilarnya. Bila pilarnya kuat, maka bangunan akan kokoh. Karena itu, pengamalan Pancasila sangat penting.

Hartini Soraya mengatakan, bahwa rasa kemanusiaan sebetulnya sudah tertanam pada jiwa masing-masing anak bangsa ini. Karena itu, masyarakat Indonesia dari dulu sudah ditanamkan kemanusiaan. Hartini juga mengupas makna simbul-simbul dalam Sila Pancasila. (W9-jam)

Follow me in social media:
iklan