Shopee Peringatkan Penggunanya, Waspadai Penipuan Jelang 11.11

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Shopee

Gantanews.co, Bandar Lampung – Aplikasi penjualan online Shopee memberikan peringatan kepada para penggunanya. Peringatan itu diberikan oleh Shopee agar para penggunanya terhindar dari aksi penipuan yang mengatasnamakan Shopee.


Menurut Shopee, salah satu modus penipuan yang marak muncul menjelang event, seperti 11.11, 12.12, dan lainnya, yakni munculnya situs-situs palsu yang mengatasnamakan Shopee. Alamat situs palsu biasanya menggunakan akhiran domain situs lain seperti: https://checkgaransishopee.000webhost.app.com, dan sebagainya.


Atau menggunakan penyingkat alamat seperti bit.ly/cekpengirimanshopee yang ketika link itu dibuka tidak menuju ke situs resmi Shopee yakni di Shopee.co.id. Selain itu, biasanya para pelaku penipuan menggunakan protokol tidak aman, yakni diawali dengan http://, sedangkan yang aman jika protokolnya https://.


Akses situs resmi Shopee adalah https://shopee.co.id, https://seller.shopee.co.id, dan https://mall.shopee.co.id. Selain itu, Shopee memastikan jika situs tersebut adalah situs palsu.

Contoh tampilan situs palsu yang mengatasnamakan Shopee


Selanjutnya, ketika situs palsu dibuka, biasanya pengguna diminta mengisi data-data pribadi dan rahasia seperti; username dan password, kode On Time Password (OTP), dan PIN Shopee Pay. Shopee mengklaim tidak pernah meminta data-data tersebut kepada penggunanya. Bahkan Shopee sekalipun tidak pernah meminta data pribadi rahasia seperti kode OTP dari penggunananya.


Selanjutnya, pemantauan Gantanews.co, Shopee tidak pernah mengarahkan penggunanya untuk bertransaksi menggunakan private message (PM), bisa melalui WhatsApp, panggilan telepon, dan sebagainya dengan dalih kendala pesanan, status pengiriman, atau voucher dan harga khusus. Shopee meminta penggunanya untuk berkomunikasi dengan penjual hanya melalui aplikasi atau situs resmi Shopee.


Biasanya, penjual palsu atau pelaku penipuan akan mengarahkan korbannya ke situs palsu melalui aplikasi intan messaging (seperti WhatsApp, dan sebagainya), SMS, email/media sosial tidak resmi dengan alasan kendala pesanana, cek status pengiriman, atau memberikan voucher/harga produk lebih murah. (red/net)

Follow me in social media: