Setelah Kapten CPM Suryono, Giliran Epin Klaim Lahan Perkantoran Pemkab Mesuji

waktu baca 2 menit

GANTANEWS.CO, Mesuji –  Berselang dua hari pasca Kapten CPM. Suryono diketahui memasang plang kepemilikan atas  lahan  Komplek Perkantoran  Pemkab Mesuji, klaim serupa kembali muncul dari  Epin Wika, warga Desa Sugaicambai, Kecamatan Mesuji.

“Sampai hari ini Pemkab Mesuji belum menyelesaikan perjanjian atas hibah lahan perkantoran  tersebut,” kata Epin Sabtu (20/6). “Karena itu, saya belum menyerahkan sertifikat yang memang adalah milik saya.”

Diitambahkan Epin,  persoalan lahan tersebut, hingga tahun ini, sudah memsuki waktu  11 tahun.

“Sesuai perjanjian awal ketika kami diminta menghibahkan,  kami segera menunggu bentuk penyelesaian sesuai yang  dijanjikan. Tapi sayangnya, penantian itu tak kunjung berakhir bahkan sampai detik ini,” kata Epin seraya mengatakan bahwa  sertifikat atas nama almarhun ayahnya, Sairin,  dimaksud,  beralamat di Desa Wiralaga Kecamatan Mesuji. “Orang tua saya tercatat sebagai warga Wiralaga.”

Terkait persoalan ini,  Kapten. CPM. Suryono yang sudah memasang plang kepemilikan di lokasi lahan Perkantoran Pemkab Mesuji beberapa waktu lalu mengatakan kalau pihaknya hanya menuntut haknya sesuai kesepakan awal.

“Hanya minta ganti rugi. Tak lebih. Sekaligus meminta agar  persoalan ini diselesaikan secara baik-baik,” tegasnya.

Senada,  mantan Kepala Desa Sidomulyo di masa proses hibah tanah itu berlangsung, Winarno, mengatakan bahwa  persoalan tersebut memang sudah tersendat sejak awal.

“Tukar guling lahan yang dijanjikan ke warga pememberi hibah tidak berjalan mulus. Kendala justru datang dari pemerintahan,” ujarnya.

Padahal, masih kata Winarno, dia sudah menyampaikan mekanisme solusi bagi warga pemberi  hibah sejak jauh-jauh hari.

“Sayangnya, sesudah hibah diberikan,  komitmen yang sudah disepakati  tidak kunjung dilaksanakan,“  kenangnya.

Karena itu, sebagai bentuk rasa tanggungjawab, Winarno sempat menjual sebagian aset milknya untuk menyelesaikan tukarguling pada beberapa masyarakat yang terus mendesak untuk diselesaikan.

“Yang minta ganti sawah, saya belikan sawah. Begitu juga dengan yang lain. Tapi kemampuan saya terbatas. Tak mungkin menanggung semuanya,” kenang suami Katua DPD Partai Golkar Kabupaten Mesuji ini.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Kabupaten Mesuji, Ahmad Mahmudin, mengatakan akan segera  memanggil para pihak terkait persoalan ini. (juan/fajar)

Follow me in social media:
iklan iklan