Sentuh Keluarga Penerima Bansos, Ketua TP PKK Lampung Selatan Perkuat Pendampingan Anak Berisiko Stunting

waktu baca 3 menit

Gantanews.co – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, terus memperkuat upaya penanganan anak berisiko stunting melalui pendekatan langsung kepada keluarga penerima bantuan sosial (bansos). Langkah ini dilakukan guna memastikan intervensi yang diberikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Pendampingan tersebut dilakukan saat Zita mengunjungi salah satu rumah penerima bantuan di RT 02 Lingkungan 01, Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda, Rabu (22/7/2026). Dalam kegiatan itu, Zita didampingi Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Rheni Apriyani, Ketua Dharma Wanita Persatuan Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah dan jajaran terkait.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menangani anak berisiko stunting secara menyeluruh. Tidak hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga lewat pendampingan keluarga, pemantauan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar anak.

Sebanyak 38 anak dari Kecamatan Penengahan, Kalianda, dan Rajabasa menjadi sasaran program bantuan tersebut. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada lima anak yang hadir bersama orang tua masing-masing. Sementara itu, bantuan untuk penerima lainnya akan disalurkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Zita Anjani menegaskan, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian bantuan sosial. Ia menekankan pentingnya deteksi dini, pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan gizi, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kita lihat terlebih dahulu apakah anak ini berisiko stunting atau memang sudah mengalami stunting. Setelah itu dilakukan monitoring, pemberian bantuan gizi, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembangnya. Fokus kita adalah anak-anak usia di bawah lima tahun karena masa itu sangat menentukan tumbuh kembang mereka,” ujar Zita.

Ia juga menyampaikan bahwa capaian Lampung Selatan sebagai kabupaten dengan angka stunting terendah di Provinsi Lampung merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Namun, menurutnya, upaya tersebut harus terus diperkuat agar Lampung Selatan mampu menjadi salah satu daerah dengan penanganan stunting terbaik di Indonesia.

“Pesan Mas Bupati kepada saya sangat jelas, seluruh anak Lampung Selatan adalah anak-anak kita yang harus dijaga. Tidak boleh ada anak yang terlantar, kelaparan, maupun putus sekolah. Insyaallah, dengan niat baik dan kerja sama semua pihak, kita optimistis angka stunting di Lampung Selatan akan terus menurun,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Zita tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan anak-anak penerima manfaat. Dengan suasana hangat dan penuh keakraban, ia mengajak mereka berbincang, memberikan semangat, bahkan berjanji akan memberikan hadiah sebagai bentuk motivasi agar anak-anak tetap ceria menjalani masa pertumbuhan.

Kepedulian itu juga ditunjukkan dengan meninjau kondisi salah satu rumah keluarga penerima bantuan yang dinilai tidak layak huni. Zita meminta Camat Kalianda bersama perangkat terkait segera melakukan verifikasi untuk menindaklanjuti usulan program bedah rumah.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada aspek pendidikan. Zita meminta pemerintah kecamatan segera melakukan pendampingan terhadap seorang anak yang diketahui belum bersekolah agar dapat kembali memperoleh haknya dalam mengenyam pendidikan.

Suasana haru turut mewarnai kegiatan tersebut. Sejumlah orang tua penerima bantuan tampak menitikkan air mata sebagai bentuk rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Ketua TP PKK Lampung Selatan beserta jajaran yang telah hadir dan memberikan pendampingan secara langsung.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama TP PKK berharap penanganan anak berisiko stunting dapat semakin optimal. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas. (rls/LS)