Gantanews.co – Organisasi perempuan Al Hidayah Kabupaten Lampung Tengah menggelar rapat koordinasi (rakor) program kerja di Kantor Partai Golkar DPD II Lampung Tengah, Gunung Sugih, Jumat (17/4/2026).
Rakor tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan kader Al Hidayah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah program kerja sekaligus memperkuat struktur organisasi ke depan.
Dalam kesempatan itu, Dewan Pembina Al Hidayah, Marsha Dhita Pytaloka, memberikan arahan strategis terkait penguatan organisasi dan pengembangan program kerja.
Marsha menegaskan pentingnya revitalisasi kepengurusan secara menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten hingga menjangkau tingkat kampung di seluruh wilayah Lampung Tengah.
“Penguatan organisasi ini penting agar struktur Al Hidayah benar-benar solid hingga ke akar rumput. Kepengurusan perlu ditata kembali agar program-program organisasi dapat berjalan efektif dan menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Fokus Program: Turun ke Masyarakat
Selain pembenahan struktur, Marsha juga menekankan bahwa program kerja ke depan harus difokuskan pada kegiatan pembinaan langsung kepada masyarakat atau turun ke bawah (turba).
Menurutnya, pembagian wilayah kerja berbasis daerah pemilihan akan membuat pergerakan kader lebih sistematis, terarah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan pendekatan ini, Al Hidayah diharapkan tidak hanya aktif secara internal organisasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.
Transformasi Peran Organisasi Perempuan
Marsha turut menyoroti tantangan yang dihadapi organisasi perempuan saat ini. Ia menilai, Al Hidayah harus mampu bertransformasi menjadi wadah pengembangan kapasitas perempuan, bukan sekadar tempat pengajian.
“Tantangan kita sekarang adalah bagaimana menjadikan Al Hidayah sebagai wadah pembinaan sekaligus pengkaderan yang mampu melahirkan tokoh-tokoh perempuan yang kompeten, baik di bidang sosial maupun politik,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan kader perempuan menjadi hal penting dalam menjawab kebutuhan keterwakilan perempuan di dunia politik, termasuk dalam memenuhi kuota calon legislatif dan melahirkan pemimpin perempuan di berbagai lini.
Dorong Program Keagamaan hingga Kecamatan
Dalam bidang sosial keagamaan, Al Hidayah juga didorong untuk aktif sebagai penggerak spiritual masyarakat. Salah satu program yang direncanakan adalah pelaksanaan Khotmil Quran di setiap kecamatan.
Program ini diharapkan menjadi sarana pembinaan perempuan muslim sekaligus memperkuat kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Harapan Pasca Rakor
Marsha berharap, melalui rakor ini, seluruh pengurus dan kader Al Hidayah memiliki komitmen kuat untuk menjalankan program kerja secara nyata di wilayah masing-masing.
“Setelah rakor ini, saya berharap seluruh kader bergerak serentak di wilayahnya masing-masing untuk menjalankan program unggulan yang telah disusun, sekaligus mempersiapkan kader-kader perempuan potensial ke depan,” pungkasnya. (dny)