Prediksi: Bharada E Tetap Berdinas di Kepolisian, Ini Alasannya

waktu baca 2 menit
Sejauh ini spekulasi karier Bharada E harus berhenti jadi anggota Polri tidak begitu mengemuka, apalagi Kapolri Sigit Prabowo menyebut bahwa peluang tersebut benar adanya.

GANTANEWS – Dapatlah disimpulkan bahwa tiga hakim ‘wakil Tuhan’ yang menjatuhkan vonis ringan 1 tahun 6 bulan untuk kepada Richard Eliezer atau Bharada E telah memberi peluang kepada sahabat almarhum Nofriansyah Yosoa Hutabarat atau Brigadir J yang menjadi korban penembakan Bharada E, bisa berdinas kembali di Korps Brigade Mobile (Brimob) Polri.

Peluang Bharada E terus berkarier di kepolisian itu tampaknya terus terkonsolidasi dengan baik, bukan cuma lantaran tuntutan publik, melainkan oleh kuatnya dukungan dari berbagai pihak, seperti LPSK, pengacara, dan keluarga Brigadir J dan Bharada E.

Maka, setelah kebijaksanaan tiga hakim itu, kini publik pun berharap ada kebijaksanaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sejauh ini spekulasi karier Bharada E harus berhenti jadi anggota Polri tidak begitu mengemuka, apalagi Kapolri Sigit Prabowo menyebut bahwa peluang tersebut benar adanya.

“Ya, peluang (Bharada E embali ke Brimob Polri) itu ada,” ujarnya.

Hanya saja, untuk sampai kepada hasil yang membahagiakan itu, Bharada E harus melewati sidang komisi kode etik yang sebentar lagi digelar.

Kuasa hukum Ronny Talapessy selaku kuasa hukum mengatakan bahwa Richard Eliezer sangat ingin bisa berdinas, meski dijatuhi hukuman penjara.

“Adalah harapan dari Richard Eliezer untuk kembali berdinas menjadi anggota Brimob. Itu adalah kebanggaan dari Richard Eliezer,” kata Ronny yang mengaku terus berdoa kliennya untuk terus berkarier di kepoliasan.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pun demikian, seperti disampaikan Poengky Indarti yang begitu yakin Bharada E akan tetap bisa berdinas di kepolisian.

“Kami tidak ingin mendahului, tetapi kami percaya bahwa sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri dalam menjatuhkan putusan pasti juga akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pangkat terendah Eliezer, serta peranannya dalam membongkar kasus ini,” jelasnya.

Ia juga menyinggung soal posisi Eliezer sebagai bawahan yang tidak dapat menolak perintah atasan.

“Sebagai seorang tamtama yang merupakan posisi terendah di Kepolisian, dengan pangkat Bharada yang merupakan pangkat terendah di Tamtama, apalagi berdinas di Brimob yang rantai komandonya sangat tegas, tentu saja Eliezer tidak akan bisa menolak perintah atasannya yang seorang jenderal,” katanya.(Adip)

Follow me in social media:
iklan iklan