Gantanews.co – Kondisi jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan di Kampung Poncowati akhirnya memicu aksi nyata dari para pemuda setempat. Tanpa menunggu perbaikan dari pemerintah daerah, Komunitas Pemuda Pemudi Poncowati (KOPPI PCW) bersama Karang Taruna “Muda Karya” turun langsung melakukan tambal sulam jalan secara swadaya.
Kegiatan gotong royong tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 1–2 April 2026, dengan total dana sebesar Rp7 juta yang dikumpulkan dari iuran anggota komunitas.
Ketua KOPPI PCW, Beni Herman, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil karena kondisi jalan yang rusak sudah sangat membahayakan, terutama saat musim hujan.
“Kalau hujan, lubang di jalan sering tertutup genangan air. Pengendara tidak bisa melihatnya dan sudah beberapa kali terjadi kecelakaan karena hal itu. Jadi kami berinisiatif memperbaikinya secara swadaya,” ujarnya.
Penambalan dilakukan di sejumlah titik rawan yang dinilai paling berbahaya. Lokasi tersebut meliputi depan SMK Negeri 2 Terbanggi Besar (1 titik), Jembatan Way Wayit (1 titik), turunan atau lebung antara SD Negeri 1 Poncowati dan Jalan Yos Sudarso (2 titik), depan Puskesmas Poncowati (2 titik), depan Balai Kampung (1 titik), turunan setelah GOR Poncowati (2 titik), serta di depan rumah almarhum Bapak Yudi (1 titik).
Dari pihak Karang Taruna “Muda Karya”, kegiatan ini diwakili oleh sekretaris, Herman, yang turut menggerakkan pemuda agar terlibat langsung dalam proses perbaikan jalan.
Selain bertujuan mengurangi risiko kecelakaan, kegiatan ini juga menjadi upaya menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan pemuda dan masyarakat Kampung Poncowati.
Namun di balik aksi gotong royong tersebut, muncul kritik keras terhadap pemerintah daerah. Infrastruktur jalan yang menjadi akses vital masyarakat seharusnya mendapat perhatian dan perawatan rutin dari pemerintah.
Salah seorang warga, Deny, yang melintas di lokasi mengapresiasi langkah para pemuda, namun juga mempertanyakan peran pemerintah dalam menangani kerusakan jalan.
“Kalau pemuda saja bisa patungan memperbaiki jalan, seharusnya pemerintah yang punya anggaran jauh lebih besar bisa lebih cepat bertindak. Jangan sampai masyarakat yang terus menanggung risiko karena jalan rusak,” katanya.
Aksi swadaya ini menjadi cerminan kuat kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama. Di sisi lain, langkah tersebut juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah bahwa kebutuhan dasar seperti infrastruktur jalan tidak bisa diabaikan, terlebih ketika menyangkut keselamatan pengguna jalan. (dny)