Pemprov Lampung Apresiasi Kinerja Kepolisian, Menhub, dan Seluruh Stakeholder : Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Lancar, Terkendali, Angka Kecelakaan Menurun

waktu baca 4 menit

Gantanews.co – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam peninjauan langsung situasi keamanan, ketertiban masyarakat, serta kelancaran arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (28/3/2026).

Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya memastikan arus mudik dan balik tetap berjalan aman dan terkendali, meskipun secara resmi Operasi Ketupat telah ditutup pada 25 Maret 2026. Polri bersama seluruh pemangku kepentingan tetap siaga mengawal mobilitas masyarakat yang masih berlangsung.

Rangkaian kegiatan dimulai dari Pos Terpadu Pelabuhan Bakauheni, di mana Kapolri menerima paparan terkait kondisi terkini arus penumpang dan kendaraan, serta strategi pengamanan lintas sektor yang telah diterapkan. Selanjutnya, rombongan meninjau sejumlah titik krusial, mulai dari rest area, terminal keberangkatan, hingga dermaga, termasuk memastikan langsung kondisi penumpang di dalam kapal di Dermaga 2.

Peninjauan kemudian berlanjut ke sejumlah titik layanan dan pengamanan, mulai dari Pos Kesehatan, Terminal Keberangkatan, hingga ruang tunggu penumpang di dalam kapal pada Dermaga 2. Kapolri juga meninjau Pos Siaga SAR Brimob, Pos Pengamanan SAR Polairud, serta Pos Basarnas yang telah dilengkapi berbagai peralatan pendukung untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kesiapsiagaan dalam melayani seluruh pemudik.

Interaksi dengan masyarakat juga menjadi fokus utama, guna memastikan pelayanan berjalan optimal, khususnya bagi kelompok rentan, serta memastikan tidak terjadi kepadatan berlebih di titik-titik vital.

Dalam konferensi pers, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa secara umum puncak arus balik telah terlewati dan situasi terkendali.

“Secara umum kita melihat puncak arus balik sudah kita lewati, dan saat ini masih tersisa sekitar 13,7 persen kendaraan yang akan kembali. Ini akan terus kita kelola agar seluruh masyarakat bisa sampai tujuan dengan selamat,” ujarnya.

Berdasarkan data, jumlah kendaraan yang keluar dan masuk selama periode mudik dan balik mencapai 2.946.891 kendaraan, meningkat 20,49 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 1,82 persen dibandingkan Lebaran 2025. Sementara kendaraan yang telah kembali ke Jakarta tercatat sebanyak 2.561.629 kendaraan.

Selain itu, peningkatan juga terjadi pada seluruh moda transportasi, di antaranya: Kereta api mencapai 3.407.676 penumpang (naik 7,84 persen), Transportasi udara naik 6,27 persen, Transportasi laut mencapai 4.751.186 penumpang (naik 13,89 persen), Transportasi darat mencapai 3.131.582 penumpang (naik 13,3 persen).

Di sisi keselamatan, Kapolri mengungkapkan adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 7,8 persen, serta penurunan angka fatalitas dari 377 menjadi 265 korban meninggal dunia.

“Ini menunjukkan bahwa kerja keras seluruh personel di lapangan serta dukungan masyarakat berjalan dengan baik. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, memanfaatkan rest area dan buffer zone yang telah disiapkan,” tambahnya.

Khusus di wilayah Lampung, keberhasilan kelancaran arus mudik dan balik merupakan buah kerja Kapolda Lampung dan jajaran, yang telah menerapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas seperti delaying system, buffer zone, serta pengaturan tiket penyeberangan. Semua indikator menunjukkan arus tetap lancar, aman, dan berada pada kategori normal (hijau).

Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda dan Menhub atas keberhasilan penyelenggaraan arus mudik dan arus balik tahun ini.

Meski terjadi peningkatan volume arus penumpang dan kendaraan secara signifikan, pelaksanaan mudik dan balik di Provinsi Lampung tetap berlangsung lancar, tertib, dan terkendali, sehingga masyarakat dapat merasakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

Pemprov Lampung juga mencatat capaian penting berupa penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan, serta tidak ditemukannya kasus kriminalitas berat seperti begal di jalur utama mudik dan balik.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari penyempurnaan sistem rekayasa lalu lintas yang terus dievaluasi setiap tahun, mulai dari pengaturan jalur, manajemen waktu penyeberangan, hingga penguatan patroli dan pengamanan terpadu.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara Polri, Kementerian Perhubungan, TNI, pemerintah daerah, serta dukungan penuh masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan pengamanan tahun ini.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal kelancaran arus, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci. Dari kelancaran mudik dan balik ini, kita belajar membangun disiplin, rasa aman, dan saling percaya sebagai pondasi menuju Indonesia Emas,” ujar Gubernur.

Pemprov Lampung berharap semangat kebersamaan dan sinergi ini dapat terus dijaga, tidak hanya pada momentum Hari Raya, tetapi juga dalam mendukung berbagai agenda pembangunan daerah ke depan, demi terwujudnya Lampung yang aman, maju, dan berdaya saing. (rls/kmf)