Meninjau Kritik dan Prestasi: Kiprah Bupati Musa Ahmad di Lampung Tengah

waktu baca 3 menit

Gantanews.co – Pemerhati Sosial Politik, Rosim Nyerupa, memberikan tanggapannya terhadap berbagai isu yang menghantam pribadi Musa Ahmad, Bupati Lampung Tengah. Isu-isu ini dijadikan alasan bahwa Musa Ahmad tidak pantas memimpin Lampung Tengah pada periode berikutnya.

Menyikapi hal tersebut, Rosim, yang dulunya seorang aktivis mahasiswa, mengemukakan bahwa kritik adalah alat yang penting dalam kehidupan demokrasi; suatu penilaian atas realitas dalam perspektif nilai. Namun, kritik harus dibangun di atas dasar pengetahuan, mengedepankan etika, dan menawarkan solusi, agar tidak terjerumus dalam isu-isu murahan, terutama yang disebarkan oleh akun-akun buzzer yang terorganisir.

“Ironisnya, isu-isu belakangan ini yang tersebar luas di media sosial oleh sekelompok kecil orang, ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, cenderung menyerang wilayah pribadi Bupati Musa Ahmad secara membabi buta. Sebagai kontrol sosial, kritik yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah seharusnya berkaitan dengan kinerja mereka dan pertanggungjawaban terhadap masyarakat, bukan malah menyerang kehidupan pribadi kepala daerah yang tidak ada hubungannya dengan masyarakat atau kinerja pemerintahan daerah,” ungkap Rosim, Alumnus HMI Cabang Bandar Lampung.

Rosim menjelaskan bahwa selama 3 tahun kepemimpinan Musa Dito, Lampung Tengah telah berhasil mengatasi stagnasi setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) pimpinan eksekutif dan legislatif pada tahun 2018, yang berdampak pada roda pemerintahan Lampung Tengah. Setelah itu, kepala daerah digantikan oleh Wakil Bupati Loekman yang saat itu tidak memiliki wakil.

Ketika dilantik menjadi Bupati terpilih, Musa Ahmad dihadapkan pada berbagai tantangan baik dari segi kondisi pemerintahan daerah maupun masalah masyarakat, di tengah situasi pandemi COVID-19 yang menghancurkan berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, sosial, dan kebijakan pembangunan.

“Bupati Musa tidak pernah menunjukkan sikap pesimis dalam menghadapi masalah pembangunan di tengah pandemi COVID-19. Hal itu terbukti dari langkah-langkah strategis percepatan penanganan COVID-19 dengan hasil yang signifikan pada tahun pertama kepemimpinannya, meskipun dihadapkan pada kondisi Lampung Tengah yang memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk terbesar di Lampung. Pembangunan terus berjalan meskipun mengalami hambatan akibat COVID-19, namun semua itu dapat diatasi di tengah kesulitan yang dihadapi dalam mewujudkan program-program yang telah direncanakan,” ungkap Rosim Nyerupa.

Sejumlah prestasi telah diraih dalam kepemimpinan Bupati Musa Ahmad, kata Rosim, termasuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, prestasi di bidang pertanian, pendidikan, keamanan, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan pengentasan kemiskinan.

Rosim juga menyoroti pencapaian penurunan tingkat kemiskinan di Lampung Tengah dari tahun 2021 hingga 2023, serta kemajuan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut.

“Bupati Musa Ahmad layak memimpin Lampung Tengah untuk periode berikutnya berdasarkan prestasi-prestasi yang telah diraihnya, terutama dalam program-program prioritas yang telah menghasilkan kemajuan pesat di Kabupaten Lampung Tengah, seperti pelayanan publik, pertanian, keamanan, dan infrastruktur,” pungkas Rosim. (den)

Follow me in social media: