Mahasiswa KKN yang Hanyut di Sungai Way Sabu, Pesawaran, Ditemukan 2,1 KM dari Lokasi, Begini Kondisinya

waktu baca 2 menit

Gantanews.co – Pencarian terhadap satu mahasiswa yang hilang akibat hanyut di Sungai Way Sabu, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (27/1) siang.

Baca juga: Tiga Mahasiswa KKN Hanyut di Sungai Pesawaran, Dua Tewas, Satu Masih Hilang

Korban, yang diketahui bernama Dedi Muhammad Sanjaya (22), ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB pada koordinat 5°35’8.04″S – 105°10’37.84″E. Jasadnya berada sekitar 2,1 km dari lokasi awal kejadian. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Komandan Tim Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Febri Yanda, menjelaskan bahwa pencarian memasuki hari kedua dengan melibatkan berbagai unsur. Tim SAR Gabungan terdiri dari personel Kantor SAR Lampung, Batalyon Marinir 9 Piabung, Lanal Lampung, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL), Forkopimcam Teluk Pandan, aparat Desa Batu Menyan, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi pencarian, tim dibagi menjadi tiga SRU (SAR Rescue Unit). SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting dari lokasi kejadian menuju muara, SRU 2 menggunakan perahu karet untuk menyisir area sekitar muara, sementara SRU 3 menggunakan perahu karet milik Lanal Lampung untuk mencari di sekitar pantai muara sungai. Selain itu, drone thermal milik Basarnas juga digunakan untuk pencarian visual sejauh dua kilometer dari jembatan Sungai Way Sabu.

Sebelumnya, peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (24/1/2025) siang. Tujuh mahasiswa Institut Maritim Prasyeta Lampung yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidodadi pergi berekreasi ke Bendungan Way Sabu bersama seorang pendamping. Sekitar pukul 12.30 WIB, tiga mahasiswa memutuskan untuk berenang, namun mereka tiba-tiba terseret arus sungai yang mendadak deras.

Tim gabungan yang menerima laporan langsung melakukan pencarian dan berhasil menemukan dua korban, Risky Kurniawan (24) asal Bandar Lampung dan Ricky Anggara A. (23) asal Lampung Selatan, dalam kondisi meninggal dunia di hari yang sama. Namun, jasad Dedi Muhammad Sanjaya baru ditemukan pada hari kedua pencarian.

Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian resmi dihentikan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi cuaca yang tidak menentu. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berenang di area perairan yang berpotensi berbahaya. (red)

error: Content is protected !!