Gantanews.co – Di usia yang seharusnya diisi dengan ketenangan, pasangan lansia di Kampung Bandar Harapan, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, justru harus berjuang menghadapi sakit dan keterbatasan hidup.
Alif (72) kini hanya bisa terbaring lemah setelah setahun terakhir mengalami lumpuh dan kehilangan penglihatan. Di sampingnya, sang istri Hanisa (70) juga tengah menderita sakit. Namun hingga saat ini, penyakit yang dialaminya belum diketahui karena keterbatasan biaya untuk menjalani pemeriksaan medis.
Dalam kondisi serba terbatas, pasangan ini menjalani hari-hari dengan saling menguatkan. Harapan untuk mendapatkan pengobatan yang layak pun terus mereka genggam, meski dalam keterbatasan.
Kisah pilu tersebut akhirnya sampai ke telinga Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Lampung Tengah, Yuniar Musa Ahmad. Tergerak oleh kondisi itu, ia langsung mengunjungi kediaman pasangan lansia tersebut pada Rabu (22/4/2026).
Dalam kunjungannya, Yuniar menyerahkan bantuan berupa sembako dan santunan uang tunai untuk membantu kebutuhan sehari-hari Alif dan Hanisa.
“Ketika kami mendengar kondisi Pak Alif dan Ibu Hanisa, hati kami sangat tersentuh. Kami ingin melihat langsung keadaan mereka. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujar Yuniar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi warga di sekitar yang membutuhkan uluran tangan.
“Masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk saling peduli dan membantu,” tambahnya.
Sementara itu, Alif dengan suara lirih mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
“Terima kasih sudah datang menjenguk kami. Kami tidak menyangka masih ada yang peduli dengan keadaan kami,” ucapnya.
Hanisa pun menyampaikan harapannya agar dapat segera mengetahui penyakit yang dideritanya dan memperoleh pengobatan yang tepat.
“Terima kasih atas bantuannya. Mudah-mudahan kami bisa berobat dan diberi kesehatan,” kata Hanisa.
Kisah pasangan lansia di Lampung Tengah ini menjadi potret nyata bahwa di tengah kehidupan masyarakat, masih ada mereka yang berjuang dalam diam. Namun, kepedulian dari sesama mampu menghadirkan secercah harapan di tengah keterbatasan. (dny)