Kasus Gagal Ginjal di Lampung: Kolaborasi Dinkes, RSUDAM dan Polda Lampung Patut Diapresiasi

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana.

GANTANEWS.CO, Bandarlampung – Dinas Kesehatan Lampung dan Polda Lampung langsung berkolaborasi menangani kasus gagal ginjal akut yang sudah menyerang dua anak balita di provinsi ini.

Kolaborasi dua institusi itu patut diapresiasi karena dinilai cepat merespon perkembangan kasus gagal ginjal akut tersebut sebelum dan setelah masuk ke Lampung.

Dinkes Lampung bersama para medis RSUAM langsung melakukan observasi terhadap dua pasien tersebut dan melakukan sejumlah test untuk meneliti riwayat obat yang dikonsumsi pasein.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana, kepada Gantanews mengatakan pihaknya sejauh ini belum dapat mengetahui penyebabnya penyakit gagal ginjal tersebut.

Namun upaya preemtif telah dilakukan sebagai langkah antisipasi agar penyakit tidak merebak luas.

Reihana meminta masyarakat segera melaporkan jika ada anak maksimal usia 18 tahun bergejala gagal ginjal AKI cepat-cepat melaporkan dan membawa ke rumah sakit agar cepat mendapatkan tindakan perawatan.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan fokus pada masalah kecukupan gizi dan kesehatan anak.

Sementara Polda Lampung juga bergerak cepat menyisir apotek yang kemungkinan masih menjual obat sirup yang diduga penyebab anak gagal ginjal akut progresif atipikal.

Sejumlah apotek didatangi tim Polda Lampung antara lain Apotek Arum, Apotek Alfa, dan Apotek Intan Jaya.

Dirnarkoba Kombes Aris Supriyono mengatakan pihaknya telah menarik sejumlah obat dan mengembalikan ke distributor, antara sirup Parasetamol, Unibebi Courgh, dan obat sirup Termorex.

,”Kita akan terus melakukan pemantauan ke apotek seluruh Lampung agar pemilik tidak lagi menjual obat sirup dan segera mengembalikan kepada distributor,” ujar Dirnarkoba.

Dirnarkoba juga memerintahkan seluruh jajaran Kasat narkoba untuk melakukan hal yang sama sampai betul betul obat yang dilarang tidak beredar lagi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Jumat (21/10/2022), menyatakan telah terdata 241 jiwa kasus AKI. Dari 241 kasus itu, ada 133 orang yang meninggal dunia.

Budi mengatakan, mayoritas pasien penyakit yang masih belum diketahui penyebabnya ini berasal dari golongan anak-anak, dengan pasien paling banyak bayi di bawah lima tahun (balita).

Sementara di Lampung, pasien anak gagal ginjal akut progresif atipikal sampai Minggu (23//10) tercatat dua orang, yakni bocah usia 11 bulan dan setahun. Keduanya berasal dari Kota Bandarlampung.

Pasien pertama masuk Jumat (21/10/2022) dan dinyatakan positif mengalami gagal ginjal akut progresif atipikal pada Sabtu (22/10/2022). Kedua pasien masih dalam perawatan RSUD Abdul Moeloek, Kota Bandarlampung.(iwarei)

Follow me in social media:
iklan iklan