Jelang Ramadan, RI Impor 16,43 Ribu Ton Kurma Senilai Rp324,7 Miliar, Mayoritas dari Negara Ini

waktu baca 2 menit

Gantanews.co – Menjelang Ramadan, Indonesia mencatat impor kurma yang cukup besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Januari 2025, Indonesia mengimpor 16,43 ribu ton kurma dengan nilai mencapai Rp324,7 miliar (US$ 20,68 juta). Dari jumlah tersebut, mayoritas kurma berasal dari Mesir.

Mesir Jadi Pemasok Utama
Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa mayoritas kurma yang masuk ke Indonesia berasal dari Mesir. Negeri di Afrika Utara itu menyuplai 10,15 ribu ton atau sekitar 61,8% dari total impor kurma Indonesia.

Selain Mesir, kurma juga diimpor dari Arab Saudi sebanyak 1,88 ribu ton dan Uni Emirat Arab (UEA) sebesar 1,76 ribu ton.

“Kurma dari Mesir mendominasi impor kita dengan porsi terbesar,” ujar Amalia, Senin (17/2).

Tren Impor Komoditas Lain Menurun
Berdasarkan rilis BPS, selain kurma, terdapat beberapa komoditas lain yang biasanya mengalami peningkatan impor menjelang Ramadan, seperti gula, daging, dan gandum. Namun, pada Januari 2025, tren impor ketiga komoditas ini justru mengalami penurunan.

  • Gula: Impor gula konsumsi dan industri tercatat turun 42,39% dibandingkan bulan sebelumnya. Total impor gula pada Januari 2025 hanya mencapai 308,8 ribu ton dengan nilai US$ 162,8 juta.
  • Daging Sapi: Impor daging sapi juga menurun hingga 39,62% menjadi 18,2 ribu ton atau sekitar US$ 61,2 juta.
  • Gandum: Volume impor gandum turun 34,77% menjadi 728 ribu ton. Meski demikian, nilai impornya justru naik 8,29% menjadi US$ 208,4 juta dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan impor ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kebijakan perdagangan, harga di pasar global, serta ketersediaan stok dalam negeri. Sementara itu, lonjakan impor kurma mengindikasikan tingginya permintaan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. (red)

error: Content is protected !!