Ingin Saingi Spotify dan Apple Music, Winamp Kembali Hadir dan Buka Lowongan Kerja

waktu baca 3 menit

Gantanwews.co, Bandar Lampung – Di era tahun 1990 hingga 2000an awal, para pengguna komputer pasti tidak asing dengan aplikasi pemutar dan streaming media, Winamp. Saat itu, sebagai aplikasi pemutar dan streaming media terutama musik, Winamp sangat populer dan mendominasi. Hampir semua pengguna komputer menggunakan aplikasi Winamp.

Seiring perkembangan dan kemajuan teknologi, gaya hidup dan munculnya aplikasi-aplikasi streaming media seperti Spotify, Apple Music, Joox, dan lain sebagainya, membuat Winamp mulai ditinggalkan.

Kini, perusahaan induk Winamp, Radionomy mengisyaratkan rencana peluncuran ulang Winap dengan situs web, logo, dan pendafataran beta baru yang didesain ulang. Dengan desain baru pada Winap, memungkinkan pengguna untuk menguji versi terbaru Winamp dengan tampilan barunya.

Jika dilihat pada laman resmi Winamp saat ini; www.winamp.com, logo Winamp sudah mengalami perubahan. Logo Winamp saat ini terlihat lebih segar dan kekinian. Di laman yang memiliki tagline “Winamp fo the next generation” itu, para pengguna Winamp juga diajak untuk menjadi bagian ujicoba sebagai beta tester.

Di laman yang saat ini terlihat lebih segar dan dominan berwarna putih itu, Winamp telah menyediakan link khusus dan mengajak para seniman dan para content creator menjadi partner aplikasi legenda tersebut.

Berdasarkan ujicoba yang dilakukan oleh Gantanews.co, aplikasi Winamp saat ini memungkinkan pengguna melakukan streaming radio dan podcast online

Ambisi Winamp untuk hadir kembali dan menyaingi aplikasi streaming lain seperti Spotify, Apple Music nampaknya tidak main-main. Di laman Winamp, mereka membuka lowongan kerja sebagai karyawan penuh untuk mengembalikan kejayaan aplikasi Winamp. Pantauan Gantanews.co, ada puluhan posisi yang ditawarkan oleh Winamp yang ditempatkan di berbagai negara.

Untuk mengingat, Winamp adalah salah satu aplikasi pemuta media buatan Nullsoft yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1996. Di awal tahun 2000an, Winamp mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dikutip dari laman Wikipedia, pada tahun 2005 pemakai bulanan Winamp yang awalnya 11 juta menjadi 57 juta pengguna bulanan. Hal itu menjadikan Winamp sebagai aplikasi pemutar media kedua yang sering digunakan setelah Windows Media Player. Saat itu, hampir semua perangkat komputer menggunakan aplikasi Winamp.

Pada tahun 1999, Nullsoft menjual Winap kepada AOL. Namun hanya beberapa tahun berjalan, pada 20 November 2013, tiba-tiba AOL membuat pengumuman yang mengejutkan banyak pihak. AOL saat itu mengumumkan jika winamp akan ditutup pada 20 Desember 2013, dan sejak saat itu, pengguna tidak bisa lagi mengunduh aplikasi Winamp dan tidak lagi mendapatkan dukungan dari perusahaan. Saat itu, banyak pengguna Winamp sedih bahkan sempat muncul petisi online yang meminta AOL terus melanjutkan pengembangan Winamp atau melepasnya ke open source.

Pada tahun 2014, Radionomy mengumumkan jika mereka telah mengakuisisi Winamp dan layanan terkait dari AOL. Kerja keras yang dilakukan Radionomy untuk menghidupkan kembali Winamp tidak berjalan dengan baik. Secara resmi, menurut catatan Gantanews.co, Winamp terakhir mendapatkan pembaharuan pada tahun 2018. Pembaharuan pada saat itu membuat Winamp bisa digunakan pada perangkat komputer berbasis Windows 8.1 dan Windows 10. Namun tetap saja Winamp belum bisa mengembalikan kejayaannya. (Red)

Follow me in social media:
iklan