DPRD Lampung Selatan Soroti Distribusi Air Bersih di Kalianda, Perumda Tirtajasa Akui Ada Pipa Bocor
Gantanews.co – DPRD Kabupaten Lampung Selatan menyoroti buruknya pelayanan distribusi air bersih di wilayah Kalianda yang dikelola oleh Perumda Tirta Jasa. Meski memiliki sumber air melimpah, warga masih kerap mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air secara lancar.
Ketua Komisi II DPRD Lampung Selatan, Syaiful Azumar, menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan sumber air, melainkan pada sistem distribusi yang belum berjalan optimal.
Menurutnya, Kalianda memiliki sumber air yang cukup besar, terutama dari kawasan Gunung Rajabasa. Pasokan juga berasal dari Way Biak di Canti dan Sumur Kumbang yang dikenal memiliki debit melimpah.
Namun kondisi di lapangan justru berbanding terbalik. Warga di sejumlah kawasan perumahan masih sering mengalami gangguan aliran air bersih.
“Pendistribusian air di Kota Kalianda masih buruk, sering macet, padahal sumber air kita sangat melimpah,” ujar Syaiful, Jumat (17/4/2026).
Sejumlah wilayah yang kerap terdampak antara lain Ragom Mufakat 1, Perumahan Hartono, Kalianda Resident, hingga Jati Indah. Di kawasan tersebut, aliran air tidak hanya sering terhenti, tetapi juga tidak merata.
Syaiful menilai kondisi ini dapat menghambat perkembangan Kalianda sebagai ibu kota Kabupaten Lampung Selatan. Pasalnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
“Bagaimana Kota Kalianda mau maju dan masyarakat betah tinggal, kalau kebutuhan air saja sulit terpenuhi,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Ia juga menilai kinerja Perumda sebagai penyedia layanan publik masih jauh dari harapan masyarakat.
Lebih lanjut, Syaiful mempertanyakan kondisi distribusi yang tetap bermasalah meskipun saat ini masih dalam musim hujan.
Untuk itu, DPRD mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem jaringan distribusi, mulai dari pipa induk hingga jaringan tersier ke pelanggan.
“Peninjauan jalur distribusi harus segera dilakukan agar air bisa tersalurkan merata dan mencukupi seluruh konsumen,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas persoalan tersebut.
Keluhan Warga
Sebelumnya, warga Perumahan Kalianda Resident, Kelurahan Way Urang, mengeluhkan distribusi air yang tidak menentu dan cenderung memburuk.
Seorang warga mengaku, aliran air terakhir kali diterima pada awal pekan ini. Sejak saat itu, kebutuhan air rumah tangga terganggu dan berdampak pada aktivitas harian.
Penjelasan Perumda
Direktur Perumda Tirtajasa Kalianda mengungkapkan bahwa gangguan distribusi dipicu adanya kebocoran pipa pada jaringan yang mengarah ke wilayah Kalianda.
Perbaikan disebut tengah dilakukan agar distribusi air kembali normal.
Dengan kondisi ini, DPRD Lampung Selatan menegaskan akan terus mengawal perbaikan layanan distribusi air bersih, termasuk memastikan hasil RDP nantinya benar-benar ditindaklanjuti oleh Perumda. Masyarakat pun berharap permasalahan ini segera teratasi, sehingga kebutuhan dasar air bersih dapat terpenuhi secara stabil dan merata di seluruh wilayah Kalianda. (DS)
