Danantara Resmi Diluncurkan, Apa Itu dan Bagaimana Perannya bagi Indonesia?
Jakarta, 24 Februari 2025 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan sejumlah regulasi penting yang menjadi dasar hukum pendirian lembaga tersebut.
“Hari ini, Senin, 24 Februari 2025, saya menandatangani Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Selain itu, saya juga menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 terkait organisasi dan tata kelola Danantara,” ujar Prabowo dalam pidatonya, Senin (24/22)
Selain regulasi tersebut, Presiden juga mengesahkan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 yang menetapkan dewan pengawas dan jajaran badan pengelola Danantara.
Apa Itu Danantara?
Danantara merupakan superholding BUMN yang bertugas mengonsolidasikan serta mengelola aset-aset strategis milik negara. Akibat terbentuknya Danantara, tujuh BUMN telah keluar dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan ditempatkan langsung di bawah Danantara. Saat ini, tujuh BUMN besar yang asetnya akan berada di bawah kendali Danantara meliputi:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
- PT Pertamina (Persero)
- PT PLN (Persero)
- PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
- PT Mind ID
Total aset yang dikelola Danantara diperkirakan mencapai Rp 9.600 triliun, setara dengan 43,36% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai Rp 22.139 triliun.
Sumber Pendanaan dan Tujuan Strategis
Dalam aspek pendanaan, Danantara memiliki posisi yang kuat. Tujuh BUMN yang masuk dalam pengelolaan Danantara diketahui sebagai penyumbang dividen terbesar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada tahun 2023, kontribusi dividen dari perusahaan-perusahaan tersebut mencapai Rp 73 triliun, dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp 76 triliun pada 2024. Jumlah ini mencakup sekitar 90% dari total dividen yang disetor BUMN ke APBN.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Danantara dirancang sebagai sovereign wealth fund (SWF) atau dana investasi pemerintah yang akan mengalokasikan dana ke berbagai proyek berkelanjutan. Targetnya adalah mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8% dalam lima tahun ke depan.
“Danantara akan berinvestasi di sektor-sektor strategis seperti manufaktur canggih, produksi pangan, energi terbarukan, industri hilirisasi, dan lainnya. Pendanaan awal ditargetkan mencapai 20 miliar dolar AS dan akan dikelola dengan standar profesional,” ungkap Prabowo dalam World Governments Summit 2025 yang digelar secara virtual di Dubai, Uni Emirat Arab.
Konsep dan Inspirasi Pembentukan Danantara
Nama Danantara berasal dari gabungan kata ‘daya’ yang berarti energi atau kekuatan, serta ‘anagata’ yang berarti masa depan. Secara harfiah, Danantara bermakna kekuatan ekonomi dan investasi yang menjadi energi bagi masa depan Indonesia.
Konsep superholding ini bukanlah ide baru. Model serupa telah diterapkan di beberapa negara, seperti Temasek Holdings di Singapura dan China Investment Corporation. Presiden Prabowo berharap Danantara dapat berfungsi sebagai lembaga investasi negara yang dikelola secara profesional dan fokus pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Tim Ekonomi Presiden, Laode Masihu, menegaskan bahwa reformasi BUMN menjadi prioritas dalam pemerintahan Prabowo. Ia menyebut bahwa pengelolaan aset negara melalui Danantara bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalisme dalam manajemen investasi negara.
Dengan kehadiran Danantara, diharapkan Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat, dengan pengelolaan aset negara yang lebih terstruktur dan transparan. Langkah ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi asing serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional di tingkat global. (red)