Catatan Tokoh Muda NU H Rohim Sidiq: “Jika Kepemimpinan Tiga Periode Maka Matilah Kaderisasi”

H A Rohim Sidiq, S.Ag

GANTANEWS.CO, Way Kanan – Menjelang Konferensi Cabang  Nahdatul Ulama (Konpercab ) Kabupaten Way Kanan di Baradatu 20 Oktober, maka ada catatan, yaitu tidak boleh ada jalan untuk ambisi 3 periode memimpin PCNU Way Kanan.

Catatan itu disampaikan H A Rohim Sidiq, S.Ag. Catatan itu ditulis H. A Rohim untuk menjawab kasak-kusuk menjelang pesta demokrasi di tubuh NU Way Kanan dengan maksud agar MWCNU yang punya hak suara bisa bepikir jernih.

H A Rohim Sidiq, S.Ag adalah anggota Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Lampung, Demisioner Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, NU Kultural, dan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat JATMI. 

Inilah Catatan untuk tidak 3 periodenya pimpinan PCNU Way Kanan.

Beberapa waktu lalu tersiar kabar yang menggembirakan para jamaah Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Way Kanan, yakni, bahwasanya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Way Kanan tidak lama lagi akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan guna memilih pengurus yang baru,  seiring akan berakhirnya masa kepengurusan lama (periode 2015-2020). 
 
NU adalah organisasi yang besar dan tersebar di setiap penjuru Indonesia, bahkan di beberapa negara pun sudah ada Pengurus Cabang Istimewa (PCI), di mana di dalamnya terdapat kurang lebih sembilan puluh jutaan jamaah. 
 
Kenapa NU besar? Sebab, para muasis (pendirinya) merupakan ulama-ulama besar yang keilmuannya dan kealimannya tidak lagi diragukan.

Karena kebesaran dan kesakralan NU, maka saya pribadi menganggap bahwasanya apabila kita yang menjadi pengurus struktural tidak boleh main-main. Harus siap dan bertanggungjawab demi marwah dan kemajuan organisasi.

Tentunya, tidak boleh asal menjadi pengurus hanya untuk capaian sebuah level tertentu atau kebanggaan diri sendiri. NU harus mandiri, tetapi juga harus tetap bersinergi dengan pemerintahan dan lain sebagainya. 
 
Seiring dengan perubahan zaman, NU juga harus berinovasi untuk mengembangan organisasi, mencari terobosan-terobosan demi kemandirian organisasi, serta memberdayakan badan otonom (banom) dan lembaganya. Sebab mereka adalah aset NU yang jelas pengkaderan ke NU-annya. 
 
Berkaitan dengan pesta demokrasi PCNU Way Kanan yang akan datang, kedaulatan tertinggi ada di tangan Majelis Wakil Cabang (MWC) yang menjadi perpanjangan tangan pengurus ranting dan pengurus anak ranting. Maka, siapapun yang akan dijadikan sebagai ketua, tergantung kepada kebijakan dan kesepakatan pengurus MWC. 
 
Namun sebagai catatan, karena MWC adalah representatif dari ranting dan anak ranting yang notabene adalah para jamaah NU, maka sudah seharusnya MWC mendengarkan aspirasi dari ranting dan anak ranting guna menentukan pilihan. 
 
Carilah solusi terbaik untuk menentukan pengurus periode mendatang dengan aman, damai, penuh keikhlasan, dan tanpa meninggalkan ketidaknyamanan sesama pengurus NU yang lain. Aklamasi dan voting adalah dua opsi yang demokratis, akan tetapi aklamasi adalah cara yang lebih praktis. 

NU Ku 
NU Mu 
NU Kita Semua 

(H. Ahmad Rokhim Sidiq adalah Anggota Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Lampung, Demisioner Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, NU Kultural, dan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat JATMI.) 

Follow me in social media: