Banjir Terjang Lampung: Ribuan Rumah di 3 Kabupaten/Kota Terendam, Tiga Warga Meninggal
Gantanews.co – Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (21/2) malam hingga Sabtu (22/2) pagi menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Provinsi Lampung. Ribuan rumah terdampak dan tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengungkapkan bahwa banjir melanda tiga kabupaten/kota, yakni Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Lampung Selatan.
“Data sementara mencatat 2.181 rumah terendam banjir. Kami masih terus melakukan pendataan dan evakuasi warga terdampak,” ujar Yuni pada Sabtu (22/2).
Banjir di Bandar Lampung
Sebanyak 23 titik di Kota Bandar Lampung dilaporkan terendam banjir. Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah adalah Tanjung Senang, Kali Balau, dan Sepang Jaya. Kepala Pelaksana BPBD Bandar Lampung, Wakhidi, menyebutkan bahwa tingginya curah hujan dan lamanya durasi hujan menjadi penyebab utama banjir.
“Di Tanjung Senang dan Sepang Jaya cukup parah, karena selain curah hujan yang tinggi, waktunya juga cukup lama. Terlebih di Sepang Jaya ada talud yang roboh,” kata dia, Sabtu (22/2).
Banjir yang mengepung Bandar Lampung ini juga menyebabkan tiga warga kehilangan nyawa.
Penumpang Honda Yaris, Sutiyem (33), tewas usai mobil terseret arus banjir di Jalan Tirtayasa, Kampung Kedaung, Kelurahan Campang Raya, Bandar Lampung, Jumat (21/2/2025) malam.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolsek Sukarame, Kompol Rohmawan. Ia mengungkapkan, saat terseret arus banjir yang deras, korban sedang berdua dengan rekannya di dalam mobil.
“Dua orang, satu selamat, satu meninggal. Naik mobil Honda Yaris,” ungkapnya.
Mobil nekat melintas meskipun arus banjir saat itu sangat deras. Namun, nasib naas menimpa korban sehingga mobilnya terseret arus. Sejumlah warga yang melihat kejadian itu mencoba melakukan evakuasi.
“Saksi melihat ada seorang perempuan di dalam mobil yang sempat melambaikan tangan keluar,” beber Rohmawan.
Namun, saat hendak diselamatkan, korban sudah tidak terlihat dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus.
Sementara itu, sebuah tembok rumah roboh dan menimpa pasangan suami istri, Haryadi (38) dan Rosmaini (36), yang tengah beristirahat di ruang tengah rumah mereka. Menurut keterangan warga, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, jasad korban baru ditemukan pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB setelah proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan kepolisian.
“Saat kejadian, anak korban yang masih berusia lima tahun sempat ditanya keberadaan orang tuanya. Dia mengatakan ayahnya sedang di luar dan ibunya pergi membeli sayur, sehingga awalnya petugas tidak menyadari ada korban tertimpa reruntuhan,” ujar salah satu tetangga korban.
Namun, saat pembersihan puing-puing dilakukan lebih lanjut, jasad Rosmaini ditemukan terlebih dahulu sekitar pukul 03.00 WIB dan langsung dibawa ke rumah sakit. Satu jam kemudian, jasad Haryadi berhasil dievakuasi.
Kabupaten Pesawaran juga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Way Punduh setelah diguyur hujan deras selama lebih dari delapan jam. Tiga kecamatan yang terdampak adalah Padang Cermin, Marga Punduh, dan Punduh Pidada.

Di Kecamatan Padang Cermin, Desa Padang Cermin dan Desa Tambangan menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan 185 rumah warga terendam banjir serta satu unit dam irigasi sawah jebol akibat derasnya aliran air.
BPBD Pesawaran masih melakukan pendataan di Kecamatan Marga Punduh, namun laporan awal menunjukkan empat desa terdampak, salah satunya Desa Kekatang di mana satu rumah dilaporkan roboh.
Di Kabupaten Lampung Selatan, ratusan rumah warga di empat kecamatan terdampak banjir.
“Diantaranya Kecamatan Natar, Tanjung Bintang, Jati Agung, dan Katibung,” ujar Kepala BPBD Lampung Selatan, Ariswandi.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD mencatat hingga Sabtu (22/2) sore, warga yang terdampak banjir di Kecamatan Natar yakni di Desa Sido Sari sejumlah 150 kepala keluarga (KK), dan di Desa Haji Mena ada 60 KK.

Selain itu, 29 rumah terendam banjir, dan satu rumah hanyut terseret arus sungai akibat meluapnya air Sungai Way Tarahan, Kecamatan Katibung.
Dua desa di Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, juga terendam banjir. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan Ariswandi mengatakan dua desa yang terendam banjir yakni Desa Karang Anyar dan Fajar Baru
Baca juga: Wakil Bupati M. Syaiful Anwar Turun Langsung Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Sejumlah Kecamatan
Tim SAR gabungan bersama BPBD terus berupaya mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumah-rumah mereka.
Jamin Keamanan Rumah yang Terendam Banjir
Polda Lampung memastikan keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan warga akibat banjir. Kombes Yuni Iswandari menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengerahkan personel untuk berjaga di lokasi rawan guna mengantisipasi tindak kriminal.
“Kami telah menempatkan personel di titik-titik rawan untuk menjaga keamanan. Warga tidak perlu khawatir meninggalkan rumah mereka demi keselamatan,” tegasnya.
Pemerintah daerah bersama tim SAR gabungan, BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan evakuasi serta pendistribusian bantuan bagi korban terdampak. Dapur umum telah didirikan di beberapa lokasi untuk memenuhi kebutuhan logistik warga yang mengungsi.
Hingga kini, proses pendataan jumlah rumah yang terdampak dan jumlah pengungsi masih terus dilakukan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. (red)