Bandar Lampung Diterjang Hujan Lebat Semalaman: Banjir Di Sejumlah Titik dan Tembok Rumah Roboh Renggut Nyawa Pasutri
Gantanews.co – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat (21/2) malam menyebabkan bencana tragis di Gang Kelinci, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat. Sebuah tembok rumah roboh dan menimpa pasangan suami istri, Haryadi (38) dan Rosmaini (36), yang tengah beristirahat di ruang tengah rumah mereka.
Menurut keterangan warga, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, jasad korban baru ditemukan pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB setelah proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan kepolisian.
“Saat kejadian, anak korban yang masih berusia lima tahun sempat ditanya keberadaan orang tuanya. Dia mengatakan ayahnya sedang di luar dan ibunya pergi membeli sayur, sehingga awalnya petugas tidak menyadari ada korban tertimpa reruntuhan,” ujar salah satu tetangga korban.
Namun, saat pembersihan puing-puing dilakukan lebih lanjut, jasad Rosmaini ditemukan terlebih dahulu sekitar pukul 03.00 WIB dan langsung dibawa ke rumah sakit. Satu jam kemudian, jasad Haryadi berhasil dievakuasi.
Pemkot Bandar Lampung Berikan Bantuan untuk Keluarga Korban
Pemerintah Kota Bandar Lampung menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa pasangan suami istri tersebut. Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota Eva Dwiana melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Ahmad Husna dan Kepala Dinas Sosial Aklim Sahadi mengunjungi lokasi kejadian pada Sabtu pagi.
Pemkot juga memberikan bantuan berupa paket sembako dan santunan sebesar Rp20 juta untuk anak korban, Rizki (5), yang kini harus menjalani hidup tanpa kedua orang tuanya.
“Kami turut berduka atas kejadian ini dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Lurah Gedong Air, Jarmantoni, Sabtu (22/2).
Banjir Melanda Sejumlah Wilayah Bandar Lampung
Selain insiden tembok roboh, hujan deras juga menyebabkan banjir di berbagai kawasan di Bandar Lampung. Beberapa titik terdampak di antaranya Jalan Garuda, Jalan Pisang di Kelurahan Pasir Gintung, serta Jalur Dua Jalan Sultan Agung, Way Halim.
Banjir terjadi akibat buruknya sistem drainase yang tersumbat sampah serta sedimentasi yang tidak mendapat perawatan rutin. Akibatnya, air dari Way Awi meluap dan merendam rumah warga hingga mencapai ketinggian satu meter.
Video banjir yang diunggah warga pun viral di media sosial dan grup WhatsApp, menunjukkan kondisi terkini genangan air di berbagai wilayah kota.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah antisipasi untuk mencegah bencana serupa terjadi di masa mendatang, terutama dalam hal perbaikan sistem drainase dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. (red)