Azyumardi Bicara Puncak Terjadinya Presiden “Bebek Lumpuh”, Pemerintahan Vakum 8 Bulan?

azyumardi-azra
azyumardi-azra

GANTANEWS.CO, Jakarta – Masa jeda waktu yang lama dari Pemilihan Presiden hingga pelantikan presiden terpilih 2024 berpotensi menjadikan presiden yang sedang menjabat seperti “lame duck” atau “bebek lumpuh”.

Hal itu dikatakan Cendekiawan Muslim Prof Azyumardi Azra, Sabtu (25/06/22).

“Presiden yang sedang menjabat akan menjadi ‘Bebek Lumpuh’, tidak bisa lagi mengeluarkan kebijakan yang efektif dan strategis, karena sudah ada presiden dan wakil presiden baru, meskipun belum dilantik,” kata Azyumardi.

Menurut Prof Azyumardi Azra, Pemilihan Presiden 14 Februari 2024, hingga pelantikan Presiden terpilih 20 Oktober 2024 merupakan jeda waktu yang cukup lama.

Dalam kurun jeda delapan bulan itu akan ada keanehan yakni Indonesia seakan memiliki ‘dua’ Presiden, yakni presiden yang masih menjabat, dan presiden terpilih, hasil pemilu.

Puncaknya, lanjut Azyumardi, terjadi pada pascapemilu bila terjadi gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK), kemudian MK mengesahkan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden hasil Pilpres 2024, maka legitimasi presiden terpilih menjadi lebih kuat lagi. Sebaliknya, untuk presiden yang sedang menjabat, akan semakin menjadi “bebek lumpuh”.

Situasi pada masa ini, lanjut Azyumardi akan mengakibatkan kevakuman pemerintahan selama delapan bulan, atau bisa juga berpotensi terjadi disorientasi pemerintahan.

Hal ini harus menjadi perhatian dab pelajaran penting bagi para anggota parlemen hasil Pemilu legislatif 2024.

“Semoga para anggota Parlemen hasil Pileg 2024 nantinya akan memperbaiki hal ini, agar praktik demokrasi kita semakin membaik,” ucap Azyumardi.(*/iwaganta)

Follow me in social media: