Asal Usul Senpur AS di Pelabuhan Panjang, Ini Keterangan Lengkapnya

waktu baca 4 menit
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan persoalan temuan senjata di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, sudah diselesaikan.

Bandarlampung – Sebanyak delapan mobil truk kontener yang membawa logistik senjata dan kendaraan tempur (ranpur) asal AS keluar dari Pelabuhan Panjang dengan pengawalan Polisi Militer (PM).

Truk itu berangkat dari Pelabuhan Panjang pada pukul 12.00 WIB menuju pintu masuk tol Lematang. Di pertigaan Jalan Soekarno-Hatta, PJR, ada beberapa anggota TNI Angkatan Darat yang berjaga.

Truk berplat B dengan tulisan ‘Pelindo Solusi Logistik’ pada bagian pintu sebelah kiri itu konvoi dikawal dua mobil Polisi Militer Angkatan Darat (AD).

Dari total delapan truk, enam diantaranya mengangkut kontainer berwarna coklat dengan beberapa kode tulisan. Mobil berplat nomor B 9074 UWV mengangkut kontainer bertuliskan kode USAU 137567 9.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang memberikan keterangan terkait penemuan satu kontainer yang berisikan senjata tanpa dokumen resmi pada Jumat (22 Juli 2022).

Wakil General Manager Bidang Humas Pelindo 2 Panjang, Frans Rahardian, Minggu (24 Juli 2022), mengatakan senjata yang berada di dalam Tricon Container US Army itu bukanlah senjata selundupan, melainkan barang yang tidak masuk dalam manifes kapal.

“Pada saat pengiriman barang dari Amerika, satu kontainer itu tidak masuk dalam manifes kapal. Manifes kapal itu ada penumpang, barang bawaan, peralatan, dan lainnya,” kata dia.

Frans mengatakan bahwa senjata di kontainer itu akan digunakan untuk latihan militer bersama antara TNI Angkatan Darat dan US Army. Kegiatan itu legal, dan merupakan latihan rutin tahunan yang kerap disebut Garuda Shield.

“Sekarang lagi diurus oleh TNI Angkatan Darat (Korem 043/Gatam), mengenai nantinya akan seperti apa ya tunggu hasil dari Korem dulu. Mungkin saat manifes terselip atau seperi apa ya harus ditunggu dulu hasilnya ya,” kata dia.

Jika terbukti senjata-senjata itu benar tidak ada manifestnya, lanjut Frans, akan ada beberapa kemungkinan yang dilakukan.Seperti, dilakukan administrasi ulang terhadap seluruh barang yang ada di kontainer itu,atau dipulangkan ke negara asal.

“Saya tekankan lagi itu bukan barang selundupan, ya. Kalau nanti memang terbukti tidak ada dokumen ya bisa langsung dikembalikan ke negara pengirim, yaitu Amerika Serikat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Penerangan Korem 043/Gatam, Mayor (Cpm) Eva Y Kamal membenarkan bahwa senjata-senjata itu akan digunakan untuk latihan dalam kegiatan Garuda Shield.”Semua dalam rangka giat latihan bersama Garuda Shield, pendataan dan pencocokan pasti dilakukan. Demikian sekiranya,” kata dia.

Kapenrem mengatakan keadaan di pelabuhan Panjang setelah adanya penemuan senjata itu masih aman dan terkendali. Saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan ihwal kelengkapan dokumen kontainer tersebut.

“Tentunya ketika berangkat dan sampaipun harus tetap dilaksanakan pengecekan dan pemeriksaan, dan tentunya sudah ada petunjuk perintah dari pusat. Saat ini masih terkendali,” kata Eva.

Diketahui TNI Angkatan Darat (AD) tengah menggelar latihan bersama Angkatan Darat AS (US Army). Kerja sama latihan itu merupakan lanjutan dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada Kamis (12 Mei 2022) lalu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman dan Atase Darat Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Kolonel Theodore Leo Liebreich bertemu untuk membahas kegiatan Garuda Shield.

Dalam pembahasan tersebut, Dudung menyampaikan rencana latihan yang melibatkan personel prajurit dari kedua negara di dua tempat, yaitu Amborawang, Kalimantan Timur dan Baturaja, Sumatra Selatan.

Sebelumnya Kantor Bea Cukai Pelabuhan Panjang Lampung dikabarkan melakukan penyegelan terhadap satu Tricon Container US Army. Kontainer itu berisi senjata yang tidak tercantum pada daftar izin impor.

Berdasarkan unggahan salah satu akun twitter, penyegelan yang dilakukan pada Jumat (22 Juli 2022) pukul 22.00 WIB, dilanjutkan dengan pemeriksaan isi kontainer pada Sabtu (23 Juli 2022).

“Selamat siang Komandan izin melaporkan pada Jumat 22/07/2022 pkl 22.00 telah dilaksanakan penyegelan oleh Bea Cukai Pelabuhan Panjang Lampung terhadap 1 Tricon Container US Army yang berisi senjata yang tidak tercantum pada daftar izin impor sementara yang diajukan vendor PT JT Square,” tulis akun @kr1t1kp3d45_pro di twitter.

Panglima TNI: Sudah Diselesaikan

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan persoalan temuan senjata di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, sudah diselesaikan.

“Sudah selesai, setelah kami konfirmasi ke Kantor Atase Pertahanan Amerika Serikat,” kata Jenderal Andika, di Mabes TNI, Jakarta, Minggu (24/7/2022_.

Dia menjelaskan senjata itu merupakan bagian dari latihan bersama Garuda Shield, antara Amerika Serikat dan Indonesia. “Itu merupakan miskomunikasi, tetapi bukan sesuatu yang menjadi ilegal,” ujar Andika.

Dia menjelaskan posedure urgent security clearance atau izin keamanan mendesak merupakan kewenangan Panglima TNI. Kewenangan itu terhadap personel, material berupa senjata atau barang dari militer atau penerbangan negara asing.

“Mekanismenya dari perwakilan militer negara asing di Indonesia, mengirim surat nota diplomatik ke saya, melaporkan sekaligus mengisi formulir clearance approval for Indonesian territory (CAIT),” kata Jenderal Andika, seperti dikutip Suara.com.

Menurut dia, tugas perwakilan militer negara asing yang akan menjelaskan. Setelah dilakukan konfirmasi, apakah ini masuk dari perangkat material militer untuk pelatihan. “Kalau iya, kita buatkan approvalnya, bahkan itu berlaku untuk kedatangan yang tidak terjadwal, karena sudah ada mekanismenya,” kata Andika.(ganta)

Follow me in social media: