Anggota DPRD Bandarlampung Isfansa Mahani Sosialisasi IPWK di Sukarame, Warga Minta Perbaikan Jalan

waktu baca 2 menit
Gantanews mencatat sejumlah usulan warga yang kompak menulis permintaan agar jalan-jalan di Kecamatan Sukarame diaspal atau paling tidak, jalan yang rusak parah dapat diperbaiki tahun ini juga.

GANTANEWS, Bandarlampung – Anggota Komisi I DPRD Bandarlampung Isfansa Mahani mengikuti Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Jalan Satria 4 Kelurahan Korpri Raya, Sukarame, Bandarlampung, Rabu (15/03/23).

Kehadiran dirinya ditunggu ratusan warga yang datang dari berbagai kelurahan di Kecamatan Sukarame. Kebanyakan dari mereka adalah kaum perempuan, dimana sebagian terlihat menggendong anak balitanya.

Seperti biasa, Isfan tampil sederhana. Ia langsung menyalami warga peserta sosialisasi dengan senyum khas dirinya.

“Kami hadir di sini untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang diamanatkan negara, yakni menyosialisasikan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Kami membawa dua narasumber yang hebat untuk bersama-sama kita dengar materi yang akan disampaikan nanti,” ujar Isfan, saat memulai sambutannya.

Bak pepatah “sekali mendayung dua pulau terlampaui” maka Isfan pun memanfaatkan acara itu untuk menjaring aspirasi warga.

“Kami berharap sekali bisa menerima banyak masukkan dari bapak/ibu. Silakan, usul apa pun boleh, kritik juga boleh. Silakan ditulis di kertas yang sudah disiapkan. Nanti semua usulan kita pertajam saat reses nanti dan pasti akan kita sampaikan ke pihak eksekutif,” tambahnya.

Gantanews mencatat sejumlah usulan warga yang kompak menulis permintaan agar jalan-jalan di Kecamatan Sukarame diaspal atau paling tidak, jalan yang rusak parah dapat diperbaiki tahun ini juga.

Acara itu menghadirkan dua pembicara dari Universitas Bandar Lampung (UBL), yakni Gindha Ansori, SH.MH dan Rudi Antoni, SH.MH, akademi dari Universitas Tulangbawang.

Gindha Ansori yang kerap tampil diacara sosialisasi ini menyampaikan materi berjudul “Pancasila sebagai Perekat Dasar Hubungan dalam Berbangsa”. Materi tersebut dengan ciamik ia sampaikan dengan narasi dan pilihan diksi yang ringan tapi mudah dicerna warga.

Sementara Rudi Antoni yang bertubuh mungil dengan lincahnya memaparkan panjang lebar soal Pancasila dengan membandingkan dengan ideologi lain yang ada dunia.

Keduanya sempat bikin ‘heboh’ saat memberikan pertanyaan berhadiah bagi warga yang bisa menjawab. Sesi ini berlangsung hingga tiga ronde, membuat arena bagian depan diserbu emak-emak yang tunjuk tangan.

Situasi di akhir acara itu terasa sangat membahagiakan. Isfan pun terlihat senang.

(iwa)

Follow me in social media:
iklan