Agus Djumadi Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kantor DPW PKS Lampung
Gantanews.co – Ketua Komisi III Fraksi PKS Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, kembali mengadakan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan di kantor DPW PKS Lampung, Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung, pada Sabtu (22/02).
Acara ini menghadirkan dua narasumber akademisi, yaitu Ustadz M. Arif Fajrun, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKS Kecamatan Rajabasa, dan Ustadz Fahrurozi.
Dalam sambutannya, Agus Djumadi menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan alam semesta. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem agar alam bersahabat dengan manusia.
Agus turut menyampaikan rasa duka cita atas banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kota Bandar Lampung, mulai dari Kecamatan Rajabasa hingga Panjang, pada Jumat malam (21/02/2025). Menurutnya, bencana tersebut disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Sementara itu, Ustadz M. Arif Fajrun menjelaskan bahwa Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, di mana “Panca” berarti lima dan “Sila” berarti asas. Menjelang bulan Ramadan, ia mengajak umat Islam untuk meningkatkan ibadah, seperti memperbanyak salat sunnah rawatib, salat malam, dan sedekah, sebagai bentuk pengamalan sila pertama Pancasila.
Ustadz Fahrurozi menambahkan, melakukan kebaikan sekecil apa pun bagi orang lain akan mendatangkan pahala dan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta bernama Ibu Farah menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan di Kota Bandar Lampung yang banyak berlubang, khususnya di Jalan Purnawirawan VII, yang telah menyebabkan kecelakaan. Ia berharap pemerintah kota memperhatikan masalah ini.
Ibu Farah juga menyoroti pentingnya sistem drainase yang baik dengan membuat lubang kontrol dan resapan air. Selain itu, ia meminta penindakan tegas terhadap perusahaan, terutama pengembang yang membangun tanpa izin lingkungan, agar mereka bersinergi dengan warga dan pemerintah. Perusahaan diharapkan membuat sumur resapan untuk mengatasi kepadatan penduduk dan mencegah banjir di Kota Bandar Lampung.
Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan menjaga lingkungan demi kesejahteraan bersama. (nvs)