Sentuhan Kasih di Hari Anak Nasional, IIPG Golkar Lampung Tengah Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

waktu baca 2 menit

Gantanews.co – Suasana hangat dan penuh haru mewarnai ruang kelas sederhana di SLB IT Cahaya Bintang, Bandar Jaya, Kamis (30/7/2026). Tawa dan senyum tulus anak-anak berkebutuhan khusus pecah saat menyambut kedatangan Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) DPD II Partai Golkar Lampung Tengah, drg. Yuniar Musa Ahmad, bersama rombongan.

Kunjungan tersebut menjadi momen istimewa dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Tanpa sekat, interaksi yang terjalin terasa begitu dekat. Sapaan hangat, genggaman tangan, hingga pelukan dari anak-anak menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan.

Bagi anak-anak tersebut, perhatian sederhana yang diberikan menjadi kebahagiaan yang tak ternilai. Kehadiran rombongan IIPG tidak hanya membawa keceriaan, tetapi juga menghadirkan rasa dihargai dan diterima sepenuhnya.

Momen itu juga meninggalkan kesan mendalam bagi drg. Yuniar. Ia mengungkapkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah sosok yang patut dikasihani, melainkan anak-anak istimewa yang memiliki mimpi, harapan, serta potensi besar untuk meraih masa depan.

“Hari ini saya belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari kesempurnaan. Anak-anak ini mengajarkan kita tentang ketulusan, semangat, dan rasa syukur. Mereka adalah anak-anak hebat yang hanya membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya,” ujar drg. Yuniar.

Menurutnya, sudah saatnya masyarakat mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Ia menegaskan bahwa yang mereka butuhkan bukanlah belas kasihan, melainkan kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan berkarya.

“Jangan melihat keterbatasannya, tetapi lihatlah potensinya. Mereka bukan anak yang harus dikasihani, melainkan anak-anak istimewa yang mampu menginspirasi banyak orang. Yang mereka butuhkan hanyalah ruang untuk tumbuh dan dukungan dari kita semua,” lanjutnya.

Selain itu, drg. Yuniar juga memberikan semangat kepada para orang tua agar tidak pernah lelah mendampingi anak-anak mereka. Ia menekankan bahwa kasih sayang keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan diri anak.

“Jangan pernah malu memiliki anak berkebutuhan khusus. Setiap anak adalah titipan Tuhan dengan keistimewaannya masing-masing. Tugas kita bukan membandingkan mereka dengan siapa pun, tetapi memastikan mereka tumbuh dengan cinta, dihargai, dan diberi kesempatan untuk menggapai cita-citanya,” tuturnya.

Menutup kunjungannya, drg. Yuniar berharap kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus tidak berhenti pada peringatan Hari Anak Nasional semata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikannya sebagai gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

“Ketika kita berhenti memberi stigma dan mulai memberi kesempatan, saat itulah kita sedang membangun Indonesia yang lebih ramah, lebih inklusif, dan lebih manusiawi bagi setiap anak,” pungkasnya. (dny)