Pabrik Penggilingan Padi di Mesuji Baru Berdiri 2025, Sudah Bantu Petani Lepas dari Tengkulak?

waktu baca 3 menit

Gantanews.co – Pabrik penggilingan padi milik Rudiono di Desa Sidang Way Puji, Kecamatan Rawajitu Utara (RJU), Kabupaten Mesuji, mulai menunjukkan dampak nyata bagi petani, meski baru beroperasi sejak 2025.

Keberadaan pabrik ini memberi alternatif bagi petani untuk menjual gabah hasil panen tanpa harus bergantung pada tengkulak dari luar daerah. Selain itu, petani juga terbantu dengan fasilitas mesin pengering (bed dryer) yang dimiliki pabrik.

Petani Tak Lagi Bergantung Tengkulak

Selama ini, banyak petani di wilayah RJU menjual gabah langsung ke tengkulak luar Mesuji. Namun kini, dengan hadirnya pabrik penggilingan padi lokal, gabah dapat diolah lebih dulu menjadi beras sebelum dipasarkan keluar daerah.

Tak hanya milik Rudiono, pabrik serupa juga dimiliki Ahmad Pardimin di Desa Panggung Jaya. Kedua pabrik ini telah dilengkapi mesin pengering dan dinilai sangat membantu petani setempat.

Kapasitas Produksi Masih Terbatas

Rudiono (38), pengelola pabrik di Way Puji, mengungkapkan bahwa saat ini pabriknya baru memiliki satu unit mesin pengering. Hal ini membuat kapasitas produksi masih terbatas.

“Produksi kita saat ini sekitar 10 ton beras per hari. Maksimal bisa 10–15 ton, tapi terkendala jumlah mesin pengering yang masih kurang,” ujar Rudi saat ditemui, Sabtu (23/05/2026).

Ia menambahkan, jika ada tambahan mesin pengering, pihaknya mampu menampung lebih banyak gabah dari petani, terutama saat panen raya.

Tetap Beroperasi Meski Harus Beli Gabah dari Luar

Rudi juga menjelaskan, pabriknya telah bekerja sama dengan Bulog untuk memenuhi kebutuhan beras di wilayah setempat. Namun, ketika musim panen di Mesuji berakhir, ia terpaksa membeli gabah dari luar daerah.

“Walaupun harga beli dari luar mencapai Rp7.200 per kilogram, lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah atau Bulog sebesar Rp6.500 per kilogram, kami tetap jalankan produksi,” jelasnya.

Menurutnya, keterbatasan mesin pengering membuat pabrik tidak mampu menyerap seluruh hasil panen petani saat musim panen berlangsung.

Potensi Besar, Butuh Dukungan

Desa Way Puji sendiri memiliki sekitar 1.250 hektare lahan persawahan produktif. Jumlah ini belum termasuk desa-desa sekitar yang juga menjadi sentra produksi padi.

Dengan luas tersebut, potensi gabah saat panen raya sangat besar, namun belum sepenuhnya dapat ditampung oleh pabrik penggilingan yang ada.

Pemerintah Kecamatan Apresiasi

Camat Rawajitu Utara, Hendra Kurniawan, S.Kom., mengapresiasi keberadaan pabrik penggilingan padi milik masyarakat tersebut. Ia menilai usaha ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung swasembada beras.

“Dengan adanya penggilingan padi di sini, gabah petani tidak langsung keluar daerah. Diolah dulu jadi beras, baru dipasarkan,” ujarnya.

Ia berharap ke depan kapasitas pabrik dapat ditingkatkan agar mampu menampung seluruh hasil panen petani di Mesuji.

Koperindag Siap Turunkan Tim

Menanggapi kebutuhan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mesuji, Sunardi, SE, menyatakan pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung.

“Nanti tim akan melihat apakah pabrik ini layak diusulkan untuk mendapatkan bantuan mesin pengering dari program Gubernur Lampung,” pungkasnya. (mintarso)