Verifikasi Bantuan Mesin Pengering Padi di Mesuji, Kadis Perindag Lampung Pastikan Tepat Sasaran

waktu baca 2 menit

Gantanews.co – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Lampung, Muhammad Zimmi Skil, turun langsung ke Kabupaten Mesuji untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Kunjungan ini dilakukan bersama dua tenaga ahli Gubernur Lampung dalam rangka verifikasi faktual calon penerima bantuan mesin pengering padi (Bad Dryer).

Kegiatan verifikasi berlangsung di Desa Tanjung Mas Makmur, Kecamatan Mesuji Timur, Jumat sore (24/04/2026). Zimmi didampingi Tenaga Pendamping Percepatan Pembangunan Provinsi Lampung, Ardiansyah dan Mahendra Utama.

Kedatangan rombongan dari provinsi disambut langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mesuji, Sunardi, beserta jajaran.

Zimmi menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung lokasi penggilingan padi yang akan menjadi tempat operasional mesin pengering padi bantuan pemerintah.

“Verifikasi ini penting untuk memastikan bantuan mesin Bad Dryer benar-benar diberikan kepada pihak yang memenuhi syarat dan siap mengelola,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan mesin pengering padi, jagung, dan singkong (PJS) merupakan program Gubernur Lampung dalam mendukung hilirisasi ketahanan pangan nasional.

“Program ini ditujukan untuk kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan), khususnya di Kecamatan Mesuji Timur, agar mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Hj Atun, salah satu pengusaha beras di Desa Tanjung Mas Makmur, mengungkapkan bahwa wilayah Mesuji Timur hingga saat ini belum memiliki mesin pengering padi.

“Selama ini kami kesulitan mengeringkan gabah. Biasanya harus dibawa ke Rawajitu Utara. Setelah kering, baru dibawa pulang untuk digiling,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat proses produksi menjadi tidak efisien dan menambah biaya operasional. Padahal, kapasitas penggilingan yang dimilikinya mampu mencapai 20 ton per hari.

“Kalau ada mesin Bad Dryer di sini, tentu sangat membantu dan mempercepat proses produksi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kadis Koperindag Mesuji, Sunardi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas perhatian terhadap petani di daerahnya.

Menurutnya, kehadiran mesin pengering padi akan berdampak besar dalam menekan penjualan gabah keluar daerah, yang selama ini kerap terjadi saat musim panen.

“Dengan adanya mesin ini, gabah petani bisa langsung diolah di Mesuji menjadi beras. Jadi petani tidak lagi menjual gabah mentah, tetapi produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.

Tenaga Pendamping Percepatan Pembangunan Provinsi Lampung, Ardiansyah, menegaskan bahwa bantuan tersebut akan dievaluasi secara berkala.

“Kami akan lakukan evaluasi dalam waktu enam bulan. Jika tidak dikelola dengan baik, bantuan akan ditarik dan dialihkan ke lokasi lain yang lebih siap,” tegasnya.

Program bantuan mesin pengering padi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian petani di Kabupaten Mesuji. (mintarso)