Gantanews.co – Upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers kembali ditegaskan oleh Hendry Kurniawan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Selatan itu menyambangi Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan pada Rabu (4/3).
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun komunikasi yang lebih solid, terbuka, dan konstruktif antara pemerintah daerah dengan para jurnalis.
Kehadiran Hendry disambut langsung Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, bersama jajaran pengurus dan anggota. Pertemuan berlangsung hangat namun tetap penuh substansi.
Dalam dialog tersebut, kedua pihak membahas penguatan peran media dalam mendukung transparansi informasi sekaligus percepatan pembangunan di daerah.
Hendry menegaskan bahwa media memiliki posisi vital dalam menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat secara akurat dan berimbang.
“Sinergi ini sangat krusial agar setiap capaian dan program kerja Pemkab Lampung Selatan dapat tersampaikan dengan akurat, transparan, dan edukatif,” kata Hendry.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan insan pers dalam menangkal penyebaran informasi palsu yang berpotensi merusak kepercayaan publik.
Menurut Hendry, di era digital saat ini arus informasi bergerak sangat cepat. Tanpa kolaborasi yang kuat, hoaks dapat menyebar lebih cepat dibandingkan fakta yang sebenarnya.
“Di era digital ini, arus informasi sangat cepat. Tanpa sinergi yang kuat, hoaks bisa lebih cepat menyebar dibanding fakta,” ujarnya.
Hendry menambahkan, sinergi yang kuat antara pemerintah dan wartawan menjadi fondasi penting dalam membangun narasi positif pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.
Sementara itu, Edwin Apriandi menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dinas Komunikasi dan Informatika yang proaktif menjalin komunikasi langsung dengan insan pers.
Menurutnya, keterbukaan informasi dari pemerintah sangat membantu wartawan dalam menghasilkan berita yang berkualitas, akurat, dan tidak bias.
“Kami menyambut baik langkah ini. Komunikasi dua arah harus terus dijaga agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan,” ujar Edwin.
Ia juga menegaskan bahwa PWI Lampung Selatan tetap berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional. Kemitraan dengan pemerintah, kata dia, bukan berarti menghilangkan sikap kritis, melainkan membangun kerja sama yang sehat demi kepentingan masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa di tengah tantangan disrupsi informasi saat ini, pemerintah dan pers di Lampung Selatan sepakat berjalan beriringan. Keduanya berkomitmen mengedepankan transparansi, akurasi, serta tanggung jawab publik dalam setiap penyampaian informasi pembangunan daerah. (rls)
