Suhono yang hidup sebatang kara sebelumnya harus menghadapi kenyataan pahit ketika rumah lamanya roboh diterjang hujan deras dan angin kencang. Kondisi bangunan yang sudah tua dan keropos membuat tiang-tiang rumah tak lagi mampu menopang beban.
“Saya sebatang kara, rumahnya memang sudah tua. Waktu angin kencang dan hujan deras kemarin, rumah saya roboh,” ucapnya lirih.
Kini, ia bisa bernapas lega. Rumah yang dibangun melalui program RTLH TMMD tersebut berdiri lebih kokoh dan aman. Ia pun tak lagi khawatir lantai rumahnya kebanjiran saat hujan turun.
Gotong Royong Satgas dan Warga
Melihat kondisi Suhono, Satgas TMMD mengusulkan pembangunan kembali rumahnya melalui program RTLH. Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama warga sekitar.
Kolaborasi antara personel Satgas dan masyarakat menjadi kunci percepatan pembangunan. Dalam waktu relatif singkat, rumah Suhono berhasil diselesaikan dan dinyatakan layak huni.
“Rasa syukur dan terima kasih saya ucapkan kepada semua yang telah membantu. Semoga membawa berkah untuk kita semua,” ujar Suhono penuh haru.
Penerima Manfaat Lainnya Masih Berproses
Tak hanya Suhono, sejumlah warga lain di Desa Tanjung Rejo juga menjadi penerima manfaat program RTLH TMMD ke-127.
-
Rumah Khoirul Anwar kini memasuki tahap pengecatan dinding sebagai proses akhir sebelum ditempati.
-
Rumah Bapak Ngadino dalam tahap penguatan struktur melalui pengecoran sloof atas dan pemasangan kusen pintu serta jendela.
-
Rumah Ibu Yusmawati/Bapak Heri tengah menjalani proses plester dinding dan pemasangan kusen.
-
Rumah Ibu Siti Hamdiah telah memasuki tahap pengacian dinding luar untuk memperkuat dan meratakan permukaan sebelum pengecatan.
Seluruh tahapan pembangunan dikerjakan secara bersama-sama oleh Satgas TMMD dan warga setempat. Program RTLH ini menjadi bagian dari pengabdian TNI dalam menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Program TMMD ke-127 di Pesawaran ini tak sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Bagi Suhono, rumah baru tersebut bukan hanya tempat berteduh, melainkan simbol harapan dan kehidupan yang lebih tenang ke depan. (rls/psw)

