Menkomdigi Meutya Hafid: Humas Pemerintah Harus Proaktif Tangkal Disinformasi

waktu baca 2 menit

Gantanews.co – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa humas pemerintah harus lebih proaktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memastikan publik memperoleh informasi yang akurat sejak awal, bukan sekadar merespons isu yang sudah berkembang.

“Kita tidak bisa hanya bersikap reaktif. Humas harus membangun narasi yang solid dan memastikan masyarakat menerima informasi yang benar sejak awal,” ujar Meutya dalam acara pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Barat, Rabu (27/2).

Disinformasi sebagai Tantangan Utama

Meutya menekankan bahwa akses terhadap informasi yang benar bukan hanya kebutuhan, tetapi juga hak asasi manusia yang dilindungi oleh undang-undang. Ia mengingatkan bahwa misinformasi yang beredar di media sosial sering kali membingungkan masyarakat, sehingga humas pemerintah harus mengambil peran aktif dalam menangkalnya.

“Kita tidak boleh diam ketika ada informasi yang salah beredar. Ini tugas kita untuk meluruskan dan memastikan publik mendapatkan informasi yang valid,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama antarhumas pemerintah dalam membangun narasi yang selaras. Menurutnya, komunikasi yang buruk dapat menyebabkan kebijakan yang baik sulit dipahami masyarakat.

Adaptasi di Era Digital

Mengutip survei IDN Research Institute tahun 2025, Meutya menyebut bahwa 43 persen generasi milenial dan Gen Z lebih mempercayai informasi dari media sosial dibandingkan media konvensional. Perubahan pola konsumsi informasi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian utama bagi humas pemerintah.

“Tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode lama. Humas harus lebih kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan tren digital agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” katanya.

Sinergi dan Strategi Komunikasi

Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menegaskan bahwa komunikasi merupakan bagian dari strategi utama keberhasilan kebijakan. Ia mengingatkan bahwa setiap humas kementerian, lembaga pemerintah, dan pemerintah daerah harus memiliki tenaga komunikasi yang profesional serta adaptif terhadap perubahan zaman.

“Tanpa komunikasi yang baik, kebijakan yang sudah disusun dengan matang pun bisa gagal dipahami oleh masyarakat,” jelas Hasan.

Dengan berbagai tantangan di era digital, Meutya Hafid berharap humas pemerintah dapat semakin solid dalam menyampaikan informasi yang akurat dan menangkal disinformasi, demi mendukung kebijakan pemerintah yang lebih transparan dan efektif. (red)

error: Content is protected !!