Pertajam Leadership Skill, Kementerian ATR/BPN Gelar Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pengawas

Foto Net/atrbpn.go.id

GANTANEWS.CO, JAKARTA — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) menggelar Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas tahun 2021.

Pembukaan acara ini berlangsung secara daring, diikuti kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari pejabat pimpinan tinggi madya, pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator hingga pejabat pengawas di lingkungan Kementerian ATR/BPN, pada Selasa (16/03/2021).

Dilansir dari atrbpn.go.id, acara dibuka oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil. Dalam sambutannya, Sofyan A. Djalil memaparkan bahwa saat ini tuntutan kualitas pekerjaan birokrasi pemerintah semakin tinggi.

Semakin banyak umpan balik dari masyarakat terkait kualitas birokrasi pemerintah, maka sudah seharusnya pejabat publik untuk memperbaiki pelayanan. 

Sofyan A. Djalil juga menyampaikan bahwa pelayanan birokrasi yang lama sudah tidak memadai lagi dengan permasalahan dan kebutuhan masyarakat saat ini.

Maka dari itu, Sofyan A. Djalil berharap pelayanan birokrasi semakin kreatif serta tanggung jawab sesuai dengan masalah-masalah pelayanan publik yang sedang dihadapi.

“Masyarakat saat ini jika menemukan ketidakpuasan dengan pelayanan pemerintah, mereka mudah menyebarkannya ke media sosial,” tambah Sofyan A. Djalil.

Sofyan A. Djalil juga berharap pelatihan ini berjalan dengan baik. Diharapkan peserta dapat semakin mengasah keterampilan manajerial terutama dalam hal kemampuan interpersonal.

Kemampuan interpersonal penting agar dapat berkomunikasi dengan lembaga lain dengan baik. Tak hanya itu, Sofyan A. Djalil juga berharap banyak inisiatif-inisiatif baik muncul demi pelayanan publik yang lebih baik.

“Saya mengajak rekan semua untuk melayani publik dengan baik dan senantiasa memperbaiki pelayanan,” tutur Sofyan A. Djalil.

Hal serupa disampaikan oleh Deni Santo selaku Kepala PPSDM, Kementerian ATR/BPN. Deni Santo memaparkan bahwa tujuan diadakannya pelatihan ini yakni untuk membekali peserta tentang kemampuan manajerial dan sosio-kultural serta meningkatkan indeks profesionalime dan kompetensi.

Peningkatan indeks kompetensi ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni Kementerian/Lembaga agar terus berupaya meningkatkan kemampuan para ASN. 

Lebih lanjut, pelatihan ini menggunakan 2 metode, metode sinkronis dan unsinkronis.

Metode sinkronis yakni pembelajaran dengan fasilitator dan metode unsinkronis yakni pembelajaran menggunakan E-learning dengan Learning Management System (LMS) yang berisi modul-modul pembelajaran. (Net/Rls)