Perbaiki Harga Singkong, Musa Kumpulkan Para Pengusaha Tapioka. Ini Hasilnya

Perbaiki Harga Singkong, Musa Kumpulkan Para Pengusaha Tapioka, Senin (22/03/2021)

Gantanews.co, Lampung Tengah – Harga komoditas Singkong atau ubi kayu di terus mengalami penurunan, termasuk di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Hal ini tidak membuat Bupati Lamteng Musa Ahmad tinggal diam.

Musa terus bergerak untuk memperbaiki harga Singkong di kabupaten itu. Sebelumnya, tepatnya pada tanggal 8 Maret 2021, Musa mengumpulkan pengusaha tapioka. Dalam acara Coffee Morning itu, Musa bersama para pengusaha Tapioka mencari solusi terbaik untuk memperbaiki harga Singkong. (baca: http://gantanews.co/harga-singkong-anjlok-pengusaha-tapioka-di-lamteng-salahkan-petani/ )

Sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya, hari ini Musa kembali mengumpulkan para pengusaha Tapioka di Nuwo Balak Sesat Agung, Senin (22/3/2021).

Pertemuan kali ini menghasilkan tiga solusi bersama terkait stabilitas harga Singkong. Salah satu dari ketiga solusi itu yakni penetapan harga beli Singkong ditingkat petani sebesar Rp900 per kilogram.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Singkong Lamteng Suharto, harga itu akan diujicoba hingga akhir Mei mendatang dan akan terus dievaluasi.

“Harga ini (Rp 900 per kilogram) akan di uji cobakan dahulu hingga akhir Mei mendatang,” kata Suharto.

Perbaiki Harga Singkong, Musa Kumpulkan Para Pengusaha Tapioka, Senin (22/03/2021)

Suharto menambahkan, jika harga terendah Singkong ditingkat petani itu sudah disepakati oleh seluruh perusahaan dan pengusaha Tapioka di Lamteng.

“Tentunya kesepakatan (harga Singkong) ini sudah kesepakatan asosiasi dan pengusaha,” tambah Suharto.

Pada pertemuan itu, Bupati Lamteng dan pengusaha Tapioka sepakat mengusulkan kepada pemerintah untuk mengalihkan penelitian budidaya Singkong ke Lamteng. Diketahui, selama ini penelitian budidaya Singkong berada di Malang, Jawa Timur.

“Harapan kami supaya penelitian budidaya Singkong yang selama ini di Malang, supaya ditarik ke Lamteng. Karena kan Lampung ini penghasil Singkong terbesar nasional,” ujar Suharto.

Selain itu, pengusaha juga menyampaikan agar Dinas Pertanian dapat membuat deplot budidaya Singkong bagi petani, dan memberikan bantuan berupa bibit dan pupuk. Para pengusaha Tapioka itu juga berharap adanya pendampingan oleh PPL di lapangan agar hasil pertanian maksimal.

Tak sampai disitu, pengusaha tapioka juga meminta kepada Pemkab, agar petani dan pengusaha dapat studi banding ke Thailand dan Vietnam.

Thailand dan Vietnam dipilih sebagai tempat studi banding karena kita ketahui bersama kedua negara itu sebagai negara produsen Singkong tertinggi di Asia.

Bupati Lampung Tengah dalam sambutannya, mengapresiasi pengusaha yang telah memberikan solusi terkait persoalan harga Singkong.

“Pertemuan ini agar dapat menjadi solusi terkait harga singkong, khususnya bagi petani kita di sini. Kesepakatan harga (Rp 900 per kilogram) saya rasa sudah menjadi solusi walau mungkin belum memenuhi harapan kita bersama,” kata Bupati Musa Ahmad.

Musa juga mengatakan, dirinya juga siap untuk terus konsentrasi terhadap harga Singkong, sehingga petani dapat mengambil keuntungan atas usaha yang mereka lakukan.

“Saya juga sudah sampaikan persoalan Singkong kepada gubenur (Arinal Djunaidi), beliau juga siap untuk mencarikan solusi agar tidak ada lagi persoalan terkait harga Singkong,” pungkasnya. (Red/Deni)