Mobil Autopilot Tesla Kecelakaan, Kekayaan Elon Musk Lenyap Rp81,2 Triliun Dalam Semalam

Petugas melakukan evakuasi mobil Tesla yang mengalami kecelakaan dan terbakar di The Woodlands, Texas, 17 April 2021. (Foto: SCOTT J. ENGLE via REUTERS)

Gantanews.co, Lampung – Elon Musk harus rela harta kekayaannya menyusut setelah mobil listrik Tesla buatannya mengalami kecelakaan dan terbakar di The Woodlands, Texas, Sabtu (17/04/2021) malam.

Dikutip dari Reuters, kecelakaan itu menewaskan satu penumpang di kursi penumpang depan dan pemilik di kursi penumpang belakang. Sementara bagian kemudinya kabarnya kosong. Menurut petugas kepolisian di Harris Country, Texas, mobil listrik Tesla Model S 2019 gagal melewati tikungan setelah melaju dengan kecepatan tinggi di sekitar tikungan, lalu keluar dari jalan, menabrak pohon, lalu kemudian terbakar dan menewaskan penumpang di dalamnya.

Alhasil, kejadian itu membuat saham perusahaan milik Elon Musk menyusut dan terjun bebas hanya dalam hitungan hari. Posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia harus turun peringkat ke posisi ketiga setelah sekian lama terus mengekor diposisi kedua dibelakang Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia.

Dikutip dari Forbes, pada Senin (19/04/2021) harga saham Tesla turun 3,8 persen di penutupan perdagangan Senin sore. Hal itu membuat kekayaan Musk turun USD 5,6 Miliar atau sekitar Rp 81,2 triliun (kurs USD 1= Rp.14.500) menjadi USD 174,1 Miliar hanya dalam semalam.

Dihari yang sama saat kejadian, Elon Musk membagikan cuitannya melalui akun Twitter resmi miliknya. Musk mengklaim mobil buatan Tesla Aman, termasuk fitur otonom atau tanpa kemudinya. Dua hari setelah itu, Musk kembali membagikan cuitan yangn isinya menyangkal bahwa fitur autopilot Tesla menjadi penyebab dalam kecelakaan itu.

Menurut Musk, log data yang ditemukan dari kecelakaan itu menunjukkan autopilot tidak diaktifkan dan mobil tersebut diketahui tidak memasang fitur autonom atau Full Self Driving (FSD).

CNBC melaporkan, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) langsung mengirimkan perwakilannya ke Texas untuk menginvestigasi kecelakaan tersebut. NTSB juga kabarnya sedang menyelidiki sembilan kasus kecelakaan lainnya yang mengakibatkan mobil Tesla buatan Elon Musk.

Menurut catatan Gantanews.co, kecelakaan di Texas bukanlah kecelakaan pertama yang melibatkan mobil Tesla. Sebelumnya, kecelakaan fatal yang melibatkan sistem otonom mobil Tesla terjadi di Florida, dan menewaskan Joshua Brown seorang anggota pasukan khusus Angkatan Laut Amerika setelah mobil Tesla miliknya menabrak trailer traktor. Kejadian yang mirip juga menewaskan Joshua Brown, sedan Tesla Model 3 miliknya bertabrakan dengan trailer traktor yang melintasi jalannya dan memotong atapnya.

Kecelakaan lain yang mellibatkan autopilot Tesla juga menewaskan pengguna Tesla di China. Gao Yan Ing (23) tewas setelah mobil Tesla miliknya menabrak bagian belakang kendaraan penyapu jalan. Di jalan raya Jepang, fitur autonom Tesla juga menewaskan seorang pejalan kaki.

Menurut catatan Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA)), setidaknya sekitar 28 kasus kecelakaan yang melibatkan perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California itu. (*)