Kementerian Lingkungan Hidup dan Unila Monitoring Sampah Laut Di Pulau Tegal Pesawaran

Endang Linirin Widiastuti, Ph.D, Koordinator Pelaksana Pemantauan Sampah Laut (Nomor dua dari kiri), Saat Mengarahkan Tim Monitoring Menggunakan Metode Transek Di Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Selasa (30 Maret 2021)

Gantanews.co, Pesawaran — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama tim pelaksana dari Universitas Lampung (Unila) melaksanakan Program Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) di Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Selasa (30/03/2021).

Kegiatan yang berada dibawah naungan Direktorat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) itu bertujuan mengetahui secara langsung jumlah sampah laut yang terperangkap di garis pantai.

Menurut Endang Linirin Widiastuti, Koordinator Pelaksana Pemantauan Sampah Laut, nantinya data yang dihasilkan akan menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah dibidang PPKPL, khususnya yang diakibatkan sampah laut.

“Kita melaksanakan pemantauan, untuk mengetahui berapa banyak sampah laut yang dihasilkan pada satuan waktu tertentu. Data ini nanti dijadikan dasar pemerintah mengambil kebijakan,” kata Endang Linirin kepada gantanews.co, Selasa (30/03).

Dosen Biologi Fakultas MIPA Unila yang juga lulusan Universitas Kentucky Amerika itu menjelaskan program tersebut sudah memasuki tahun ke-4 dan Pesawaran adalah salah satu titik lokasi sampel yang ada di Indonesia.

“Ini sudah masuk tahun ke 4, dengan titik atau koordinat yang sama, pengamatan sampah pada kedalaman 10 meter. Pesawaran adalah satu lokasi dari 26 Kabupaten/Kota dalam 22 Provinsi yang ada di Indonesia. Kita gunakan metode Transek dan kita hitung berat dan jenis dari sampah tersebut, monitoring ini dilakukan 2 kali setahun dan di 2 musim yaitu hujan dan kemarau,” jelasnya.

Endang, yang pernah menjabat Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit) Wilayah Pesisir dan Laut Unila itu juga menghimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk selalu bersama menjaga lingkungan khususnya laut.

“Laut punya peran penting bagi kehidupan, untuk menjaganya perlu dilakukan bersama, perilaku masyarakat dan langkah pemerintah daerah harus sejalan, sehingga kualitas lingkungan pesisir dan laut bisa meningkat,” pungkasnya. (Red)