Induk TikTok Caplok Game Mobile Legends. Bagaimana Kelanjutan Game itu?

Game Mobile Legends Dibeli Perusahaan Induk TikTok. (Foto Ist)

Gantanews.co, Bandar Lampung – Dalam usaha memperluas bisnis video gamenya, ByteDance yang mengelola aplikasi TikTok dan Douyin dikabarkan telah menyetujui unit video gamenya yakni Nuverse untuk mengakuisisi Moonton Technology.

Akuisisi studio video game Moonton Technology selaku pembuat game Mobile Legends itu akan membuat Bytedance bersaing secara langsung dengan Tencent.

Tencent merupakan raksasa teknologi China lainnya, perusahaan itu punya bisnis besar di ranah video games.

Tencent sebelumnya telah mengajukan penawaran untuk mengakuisisi Moonton Technology, walaupun akhirnya Moonton Technology menerima tawaran dari ByteDance.

Saat dihubungi Reuters, Tencent mengatakan tidak mengomentari spekulasi pasar.

“Melalui kolaborasi lintas tim dan memanfaatkan pelajaran serta wawasan dari pertumbuhannya yang cepat, Moonton Technology memberikan dukungan strategis yang diperlukan untuk mempercepat penawaran game global Nuverse,” kata ByteDance seperti dikutip dari Reuters, Senin (22/3/2021).

Moonton Technology yang didirikan oleh seorang mantan karyawan Tencent menjadi lirikan perusahaan-perusahaan game besar setelah game buatannya yakni Mobile Legends menjadi game populer. Saat ini game multiplayer online battle arena (MOBA) Mobile Legends itu menjadi game paling popupler di Asia.

Sampai berita ini ditulis, game itu sudah lebih dari 25 juta diunduh. Dari data itu, 75 persen unduhan berasal dari wilayah Asia. Indonesia menjadi negara pengunduh terbanyak game multiplayer itu, yakni sebesar 36 persen. Posisi kedua dan ketiga, ditempati Filipina dan Vietnam yakni sebesar 15 persen dan delapan persen.

Sedangkan Tencent, setelah mengakuisi Riot Games pada 2011 silam, juga memiliki game MOBA, yakni Honor of Kings dan League of Legends.

Secara tidak langsung, dengan akuisisi ini berarti ByteDance dengan Mobile Legends-nya akan bersaing langsung dengan Tencent yang mengusung Honor Of Kings dan League of Legends.

Perlu diketahui, sejak 2017, Tencent dan Riot Games telah mengajukan beberapa tuntutan hukum terhadap Moonton Technology atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran hak cipta. Gugatan tersebut didasarkan atas dugaan pelanggaran atas kekayaan intelektual oleh Moonton.

Dalam gugatan mereka, para pengacara Riot Games mengatakan, bahwa Moonton Technology melakukan pelanggaran atas kekayaan intelektual melalui permainan video yang mereka kembangkan, yaitu Magic Rush: Heroes Mobile, Legends: 5v5 MOBA (nama terdahulu Mobile Legends: Bang Bang), dan Mobile Legends: Bang Bang. Pelanggaran tersebut, antara lain, mengenai aspek logo, karakter, rancangan peta, rancangan hero, dan rancangan monster. Mereka pun melengkapi surat gugatan dengan ilustrasi untuk memperlihatkan aspek-aspek pelanggaran kekayaan intelektual yang dilakukan Moonton.

Moonton Technology tidak terima dengan tuduhan itu, pada hari yang sama melalui halaman Facebooknya mengklaim bahwa “hak ciptanya telah terdaftar dan dilindungi dibanyak negara di seluruh dunia”. Moonton juga mengklaim memiliki hak kekayaan intelektual dan mengancam tindakan hukum terhadap media dan pesaing karena menyebarkan informasi palsu tentang Moonton Technology dan permainannya.

Lantas bagaimana kelanjutan game Mobile Legends setelah diakuisisi oleh ByteDance?

Salah seorang sumber yang mengetahui rencana akusisi itu dan tidak mau disebutkan namanya kepada Reuters mengatakan, setelah diakuisi, perusahaan akan beroperasi secara independen.

“Dalam memo internal, CEO Moonton Technology Yuan Jing menyebutkan setelah diakuisisi, perusahaan akan beroperasi secara independen dari ByteDance,” ungkap sumber itu kepada Reuters. (Reuters/why)