Disuntik Vaksin Covid-19, Wartawan di Mesuji Pegel-Pegel dan Ngantuk

Ilustrasi Suntik Vaksin Covid-19 (GANTANEWS.CO)

GANTANEWS.CO, MESUJI — Jurnalis di Bumi Ragab Begawe Caram (Kabupaten Mesuji) disuntik vaksin Covid-19, di puskesmas Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Selasa (23/03/2021).

Vaksinasi itu dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19. Puluhan wartawan tampak antusias. Usai disuntik, wartawan di Mesuji mengalami gejala rasa pegal di bagian tangan dan merasa mengantuk.

“Saya mengalami pegal pada bagian tangan yang disuntik, dan mengantuk, tidak ada gejala lain selain itu,” ungkap Rio Sidabutar (31) jurnalis Lampungpro.co, warga Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang dilansir dari lampungpro.co, Selasa (23/03).

Meski begitu, Rio, yang dikenal dengan jurnalis muda dan energik itu mengimbau masyarakat tidak takut dan mengikuti anjuran pemerintah.

“Saya berharap bagi masyarakat yang mengikuti Vaksinasi untuk tidak takut, karena hal ini demi memutus mata rantai penyebaram Covid-19,” tambahnya.

Menurut Kepala Puskesmas Brabasan, dr Eko Syahputra, vaksin yang disuntikan ke jurnalis buatan Sinovac, China. Vaksin ini untuk membentuk kekebalan tubuh.

“Selain itu, ada yang berbeda dengan vaksinasi pertama. Pada vaksinasi kedua ini berjarak 28 hari untuk vaksin tahap kedua. Sebelumnya hanya 14 hari. Kami berharap agar masyarakat perpartisipasi dalam vaksinasi ini dan jangan takut, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Eko.

Salah satu ketua organisasi wartawan Aan Setiawan, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) atas partisipasinya kepada rekan – rekan wartawan yang bertugas di Kabupaten Mesuji.

“Dengan divaksin seperti ini, awak media berharap bisa terhindar dari Virus Covid 19 yang melanda dunia,” kata Aan dikonfirmasi seusai vaksin.

Aan yang juga Ketua PWRI ini mengaku tidak merasakan ada efek samping setelah divaksin. “Kemungkinan tadi, menurut dokter, setelah divaksin kita merasa lapar serta ngantuk,” jelasnya. (Lampungpro/BE1)