Depresi Karena Ditinggal Suami dan Himpitan Ekonomi, Harmoni Tewas Bunuh Diri

Gantanews.co – Bandar Lampung – Harmoni (48) warga Kedamaian Kota Bandar Lampung ditemukan tewas setelah bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri ke dalam sumur, Selasa (27/04/2021) sore.

Kepala Kepolisian Sektor Tanjung Karang Timur (Kapolsek TKT) Kompol Dony membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, telah ditemukan seorang perempuan meninggal dunia bernama Harmoni berumur 48 tahun,” katanya.

Kapolsek menjelaskan, diduga korban mengalami depresi dan mengalami gangguan jiwa setelah suaminya meninggal dunia dan himpitan ekonomi hingga melakukan bunuh diri.

“Diduga ada gangguan kejiwaan dan melakukan bunuh diri dengan masuk ke dalam sumur. Ia mengalami depresi akibat ditinggal suami meninggal dunia dan dihimpit oleh kebutuhan ekonomi,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek, pada pukul 16.00 WIB, tetangga korban mendengar pelaku memecahkan kaca pintu rumah samping dan kemudian masuk ke dalam rumah tersebut dengan merangkak.

“Korban keluar rumah yang ditumpanginya, kemudian mengambil palu dan memecahkan kaca pintu rumah samping sambil merangkak masuk ke dalam rumah tersebut. Kemudian masuk menceburkan diri ke dalam sumur,” ujar Kapolsek.

“Tetangga sebelah rumah yang mengetahui kaca pintunya pecah kemudian mencari keberadaan korban di sekeliling rumah. Kemudian, ditemukanlah korban sudah meninggal di dalam sumur,” sambungnya.

Pada pukul 17.15 WIB, korban diketahui menjatuhkan diri ke dalam sumur. Temuan tersebut dilaporkan kepada Ketua RT yang kemudian dilaporkan ke Polsek.

Proses evakuasi korban dilakukan oleh petugas dari Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung dan pada pukul 18.05 WIB jasad korban berhasil dikeluarkan dari dalam sumur.

Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk (RSUDAM) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Diketahui, korban tinggal seorang diri di Jalan Pulau Bacan Mekar Sari RT 01 LK 2 Kelurahan Kedamaian dan mengalami depresi setelah suami korban meninggal dunia. Kondisi kejiwaan korban diperparah dengan masalah ekonomi. Selain itu, korban juga sedang mengalami sakit pengapuran tulang. (*)